SOIB langsung menempatkan dua motornya di kelas premium dengan banderol yang masih cukup kompetitif untuk pasar Indonesia. Racer 400 dipasarkan sekitar Rp65 juta OTR Jakarta, sedangkan Adventure 400 berada di kisaran Rp82 juta OTR Jakarta.
Dua angka itu membuat SOIB masuk ke segmen motor hobi yang mengandalkan karakter, bukan sekadar alat transportasi harian. Di tengah pasar roda dua yang masih dikuasai merek Jepang dan Eropa, kehadiran motor lokal ini menawarkan pilihan yang berbeda bagi konsumen yang mencari identitas kuat.
Dua karakter, dua arah penggunaan
SOIB tidak datang dengan satu pendekatan saja. Brand ini pernah memperkenalkan Racer 400 dan Adventure 400 sebagai dua model utama yang menyasar pengendara dengan kebutuhan berbeda.
Racer 400 membawa nuansa klasik dengan sentuhan retro-modern. Model ini cocok untuk penggemar cafe racer dan pembeli yang menyukai motor dengan tampilan khas.
Sementara itu, Adventure 400 tampil lebih agresif melalui konsep dual-purpose. Motor ini diarahkan untuk pengendara yang gemar perjalanan jauh dan membutuhkan postur tinggi serta kesan tangguh.
Teknologi luar negeri, perakitan lokal
Meski membawa nama Indonesia, SOIB mengandalkan teknologi dari Prancis untuk mendukung performa dan kualitas produknya. Perpaduan ini menjadi bagian penting dari identitas motor tersebut saat masuk ke pasar.
Motor ini juga dirakit di Indonesia, tepatnya di Bogor, Jawa Barat. Langkah itu menunjukkan bahwa SOIB tidak hanya hadir sebagai merek, tetapi juga ikut membangun basis produksi di dalam negeri.
Perusahaan menargetkan kandungan lokal meningkat bertahap. Dalam beberapa tahun setelah peluncuran awal, angka itu ditargetkan mencapai sekitar 30 persen.
Masuk lewat jalur impor umum
Di pasar Indonesia, SOIB dipasarkan melalui Hobby Motor. Importir umum ini memiliki showroom di kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan.
Kehadiran SOIB melalui jalur tersebut ikut memperjelas posisi awal brand ini di pasar. SOIB tampil sebagai motor lokal dengan sentuhan Eropa, bukan sekadar produk yang mengandalkan nama Indonesia saja.
Respons awal yang cukup positif
Minat pasar terhadap SOIB pada fase awal peluncuran terbilang menjanjikan. Perusahaan mencatat sekitar 100 pemesanan awal dari calon pembeli.
Angka tersebut menunjukkan ada ruang bagi merek lokal dengan konsep yang berbeda untuk menarik perhatian konsumen. Kombinasi desain yang kuat, teknologi Eropa, dan identitas nasional menjadi daya tarik utama di tengah persaingan yang ketat.
Kehadiran SOIB juga memperlihatkan bahwa pasar roda dua nasional masih terbuka bagi produk dengan pendekatan baru. Bagi industri otomotif Indonesia, langkah seperti ini penting bukan hanya untuk penjualan, tetapi juga untuk memperkuat kepercayaan pada kemampuan produksi dalam negeri.
