Uji 14 Hari Bahan Tamanu Sulawesi Bantu Kurangi Jerawat Meradang pada 81% Subjek

Penggunaan bahan aktif dari tamanu Sulawesi dalam serum jerawat menunjukkan hasil pengujian yang menarik. Setelah 14 hari pemakaian, Tamanu Acne Defense Serum disebut membantu mengurangi jerawat meradang pada 81% subjek.

Produk tersebut memakai PolyAcNix, konsentrat kaya bioaktif yang dikembangkan untuk membantu melawan bakteri penyebab jerawat sekaligus mendukung regenerasi kulit. Formula ini juga dirancang untuk menjaga kondisi skin barrier selama perawatan jerawat berlangsung.

Hasil Pengujian Dua Produk

PolyAcNix diterapkan dalam dua produk Tamanu Acne Series, yakni Tamanu Acne Defense Serum dan Tamanu Rapid Acne Spot Treatment. Keduanya menggabungkan bahan aktif tamanu dengan bahan dermatologis untuk menangani masalah jerawat dan kemerahan.

ProdukFormula atau fungsi utamaHasil yang disebutkan
Tamanu Acne Defense SerumPolyAcNix, Smart AI Peptide, 2% Salicylic Acid, Panthenol, dan Madecassoside81% subjek mengalami pengurangan jerawat meradang setelah 14 hari
Tamanu Rapid Acne Spot TreatmentPolyAcNix dan bahan aktif dermatologis88% subjek menyatakan kondisi jerawat membaik

Data pengujian perusahaan juga mencatat penurunan tampak pori hingga 86,8% pada penggunaan serum. Dalam penilaian mandiri peserta, 97% menilai produk membantu mengontrol jerawat.

Sebanyak 94% peserta menyatakan jerawat yang telah matang lebih cepat membaik. Sementara itu, 82% merasakan jumlah komedo berkurang dan 88% menilai kulit menjadi tidak terlalu berminyak.

Formula untuk Perawatan Kulit Berjerawat

Tamanu Acne Defense Serum disebut telah melalui uji dermatologis dan dapat digunakan pada kulit sensitif. Produk ini juga memiliki sertifikasi halal, vegan, dan cruelty-free.

Kandungan 2% Salicylic Acid dalam serum menjadi salah satu bahan dermatologis yang dipadukan dengan PolyAcNix. Panthenol dan Madecassoside turut digunakan dalam formula tersebut untuk mendukung perawatan kulit selama menghadapi jerawat.

Pada produk spot treatment, pengujian menunjukkan hasil dalam membantu mengurangi kemerahan serta menekan produksi minyak berlebih di area berjerawat. Sebanyak 88% subjek kemudian menyatakan kondisi jerawat mereka membaik setelah memakai produk itu.

Riset dari Tamanu Sulawesi

PolyAcNix lahir dari kolaborasi From This Island, Sekolah Farmasi Institut Teknologi Bandung, dan EBM SciTech yang dimulai sejak 2023. Pengembangannya memanfaatkan tamanu yang telah lama digunakan secara tradisional untuk membantu proses penyembuhan kulit.

Tim peneliti mengeksplorasi tanaman lokal tersebut melalui pendekatan laboratorium agar potensinya dapat digunakan sebagai bahan aktif perawatan kulit modern. Kolaborasi yang berjalan lebih dari dua tahun itu menempatkan riset sebagai fondasi pengembangan produk.

Co-Founder From This Island, Maudy Ayunda, mengatakan inovasi kecantikan Indonesia memerlukan landasan penelitian yang kuat. “Kami percaya, masa depan industri kecantikan Indonesia tidak hanya ditentukan oleh kekayaan alam yang kita miliki, tapi juga kemampuan mengubahnya menjadi inovasi berbasis riset,” katanya dalam rilis yang diterima Liputan6.com.

Menurut Maudy, PolyAcNix menjadi langkah awal dalam membangun kekayaan intelektual yang berasal dari Indonesia dan mampu bersaing secara global. Penelitian mengenai bahan aktif ini juga sedang dipersiapkan menuju publikasi ilmiah untuk bidang kosmetik dan dermatologi.

Dekan Sekolah Farmasi ITB, Prof Diky Mudhakir, menilai pengembangan tersebut memperlihatkan peluang peningkatan nilai kekayaan alam Indonesia melalui penelitian. From This Island menyatakan akan melanjutkan kerja sama dengan institusi akademik dan mitra strategis untuk mengembangkan inovasi berbasis bahan alam lokal.

Source: www.liputan6.com
Berita Terkait