Run For Rivers Tembus Jawa Tengah, Ahmad Luthfi Siap Dukung Bersih Sungai dan Mangrove

Author: Redaksi Android62

Di Jawa Tengah, gerakan bersih sungai dari Sungai Watch tidak hanya berhenti pada aksi lapangan. Program “Run for Rivers” yang mereka bawa telah melintas hingga kabupaten/kota ke-14 dan terus bergerak menuju Jakarta sambil memetakan titik-titik sungai yang tercemar.

Di saat yang sama, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi membuka ruang kerja sama untuk memperkuat gerakan itu. Dukungan dari pemerintah provinsi mencakup kesiapan menyediakan ruang agar upaya pengurangan sampah di sungai bisa berjalan lebih efektif di wilayahnya.

Perjalanan “Run for Rivers” sendiri menempuh rute 1.200 kilometer dari Bali menuju Jakarta. Aksi lari ini dipakai bukan sekadar sebagai kampanye publik, tetapi juga sebagai cara untuk melihat langsung kondisi sungai yang membutuhkan penanganan lebih lanjut.

Selama melintasi Jawa Tengah, relawan Sungai Watch telah melakukan aksi bersih sungai di Blora, Grobogan, Demak, dan Kota Semarang. Tim mereka juga sudah tiba di Kendal sebelum melanjutkan perjalanan ke arah Jakarta.

Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung hingga 24 Mei 2026. Selama periode itu, para relawan tetap turun ke lapangan untuk mendata dan memetakan area sungai yang perlu dibantu.

Bagi Ahmad Luthfi, gerakan Sungai Watch sejalan dengan arah kebijakan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam pengelolaan lingkungan. Ia menempatkan isu sungai bersih sebagai bagian dari pekerjaan besar daerah yang juga menyentuh pengurangan sampah, rehabilitasi pesisir, dan penghijauan kawasan aliran air.

Ia juga mengaitkan langkah itu dengan agenda nasional zero waste. Menurutnya, menjaga sungai tetap bersih dan mendorong penghijauan mangrove berada dalam jalur yang sama dengan program yang sudah dijalankan pemerintah daerah.

Arah kebijakan lingkungan di Jawa Tengah

Pemprov Jateng memang sudah menjalankan sejumlah program pengelolaan sampah. Upaya itu mencakup edukasi pemilahan sampah di tingkat rumah tangga serta pengembangan tempat pengolahan sampah terpadu.

Di wilayah seperti Semarang Raya, Tegal Raya, dan Pekalongan Raya, pemerintah provinsi juga mengembangkan konsep aglomerasi. Dalam pendekatan itu, sampah diolah menjadi energi listrik sebagai bagian dari pengelolaan yang lebih luas.

Selain itu, Pemprov Jateng mereplikasi teknologi Refuse Derived Fuel atau RDF yang sebelumnya diterapkan di Banyumas. Teknologi tersebut kini dikembangkan di 13 kabupaten/kota di Jawa Tengah.

Fokus pesisir dan rehabilitasi lingkungan

Di luar urusan sampah, pemerintah provinsi juga menjalankan program penanaman satu juta mangrove. Program ini dilakukan di sepanjang 670 kilometer garis Pantai Utara untuk menjaga ekosistem pesisir sekaligus memperkuat rehabilitasi lingkungan.

Langkah-langkah itu membuat kerja sama dengan Sungai Watch terasa nyambung dengan arah kebijakan yang sudah berjalan. Karena itu, dukungan yang dibuka oleh Gubernur Jateng bukan hanya simbolis, melainkan juga peluang agar aksi di lapangan bisa masuk ke agenda yang lebih luas.

Sungai Watch sendiri digerakkan tiga bersaudara asal Prancis, yakni Gary Benchegib, Kelly Benchegib, dan Sam Benchegib. Mereka telah lama bermukim di Indonesia dan aktif mengampanyekan pengurangan sampah plastik di sungai.

Sam Benchegib menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Ia berharap kolaborasi yang dibicarakan bisa segera terwujud dan memberi dampak yang lebih besar bagi pemulihan sungai.

Dalam kesempatan itu, Sam bersama Gary dan Kelly juga berharap Gubernur Jateng bisa ikut lari bersama dalam kegiatan mereka. Harapan itu menjadi penutup dari pertemuan yang mempertemukan semangat komunitas lingkungan dengan agenda pemerintah daerah di Jawa Tengah.

Source: halosemarang.id
Redaksi Android62
Redaksi Android62

Android62.com menghadirkan berita dari beragam sumber dengan penyajian unik, ringkas, dan informatif untuk pembaca modern.

Newsletter Text above the Email input field
Follow Us
Berita Terbaru