Saham Bank Besar Kembali Diburu Asing, IHSG Mengincar Level 8.354

Aksi beli bersih asing senilai Rp1,23 triliun menjadi salah satu penopang utama laju IHSG dan membuat indeks masih punya peluang bergerak ke area 8.354. Minat terbesar asing terlihat mengarah ke saham bank besar, yang kembali berperan sebagai magnet di tengah pergerakan pasar yang selektif.

Arus dana tersebut memperlihatkan bahwa pasar domestik masih menarik di mata investor global. Ketika pembelian asing terkonsentrasi pada saham berkapitalisasi besar dan likuid, tekanan pada IHSG cenderung lebih mudah tertahan.

Bank besar kembali unggul

Data perdagangan di Bursa Efek Indonesia menunjukkan sektor keuangan, khususnya perbankan, menjadi tujuan utama pembelian bersih asing. Pola ini menegaskan bahwa saham bank masih dipandang sebagai penggerak penting indeks, terutama saat investor mencari emiten besar yang punya likuiditas tinggi.

Rotasi dana ke saham unggulan membuat pergerakan IHSG lebih stabil. Di saat yang sama, sektor transportasi dan energi juga masih bergerak positif, meski kontribusinya belum sekuat perbankan dalam menopang indeks.

Sementara itu, sektor teknologi dan kesehatan cenderung bergerak lebih lambat. Perbedaan laju antarsektor ini menunjukkan pelaku pasar masih berhati-hati dan lebih memilih saham yang dinilai defensif serta memiliki bobot besar dalam indeks.

Peluang uji area 8.332 sampai 8.354

Pada perdagangan Selasa, IHSG berpeluang melanjutkan penguatan dan menguji area 8.332 hingga 8.354. Rentang ini menjadi target terdekat jika dorongan beli tetap konsisten dan minat pada saham besar tidak melemah.

Secara teknikal, indeks juga memiliki rentang support di 8.181 hingga 8.270. Support menjadi area yang kerap menahan penurunan, sedangkan resistance berada di kisaran 8.350 sampai 8.390 dan bisa menahan laju kenaikan jika momentum mulai kehilangan tenaga.

Bagi pelaku pasar, dua area itu penting sebagai acuan jangka pendek. Selama IHSG mampu bertahan di atas support dan mendekati resistance terdekat, peluang penguatan masih terbuka.

Sentimen domestik ikut memberi bantalan

Selain dorongan dari asing, kondisi makro Indonesia yang relatif stabil ikut memberi penopang pada pasar. Inflasi yang disebut rendah dalam beberapa periode terakhir membuat sentimen terhadap aset berisiko tetap terjaga.

Situasi tersebut juga membantu menjaga persepsi bahwa kebijakan moneter masih cukup kompetitif. Dalam kondisi pasar global yang bisa berubah cepat, sentimen domestik yang stabil menjadi bantalan tambahan bagi IHSG.

Pola transaksi yang masih aktif ikut memperlihatkan minat pasar belum surut. Hingga pembukaan sesi pagi, nilai transaksi harian diprediksi berada di kisaran Rp9 triliun hingga Rp10 triliun, menandakan likuiditas pasar tetap terjaga.

Perhatian masih tertuju ke pasar regional

Arah bursa regional juga tetap penting dicermati karena kerap memberi warna pada pembukaan perdagangan di Indonesia. Nikkei dan Shanghai biasanya menjadi rujukan awal yang memengaruhi sentimen sebelum pasar domestik resmi bergerak pada pukul 09.00 WIB.

Dengan dukungan net buy asing, dominasi saham bank besar, dan kondisi domestik yang relatif stabil, IHSG masih memiliki ruang mempertahankan tren positif. Namun, pergerakan indeks tetap bergantung pada kekuatan arus beli di saham-saham berkapitalisasi besar serta kemampuan pasar menjaga posisinya di area teknikal yang penting.

Berita Terkait