Saham Duolingo Naik 8,55 Persen, Pasar Masih Menggenggam Narasi AI dan Ekspansi Produk

Saham Duolingo Inc (DUOL) melonjak 8,55 persen ke 114,00 dolar AS pada Kamis, 7 Mei 2026, setelah pasar melihat hasil kuartal pertama yang lebih kuat dari perkiraan. Lonjakan itu menunjukkan investor masih bersedia memberi ruang bagi cerita pertumbuhan perusahaan, meski beberapa indikator pengguna mulai kehilangan tenaga.

Di balik penguatan saham tersebut, Duolingo membukukan pendapatan 291,97 juta dolar AS dan laba bersih 43,46 juta dolar AS. Dua angka itu cukup untuk menjaga sentimen tetap positif, terutama ketika pasar juga menilai bahwa bisnis inti perusahaan masih mampu menghasilkan kinerja yang solid.

Pertumbuhan pengguna tidak bergerak seragam

Namun, tidak semua data bergerak ke arah yang sama. Pertumbuhan pengguna aktif bulanan atau MAU turun menjadi 5,8 persen dari 14,1 persen pada kuartal sebelumnya, sehingga memunculkan pertanyaan tentang kecepatan ekspansi basis pengguna.

Di sisi lain, pengguna aktif harian atau DAU masih tumbuh 21,2 persen. Capaian itu juga berada di atas konsensus pasar sebesar 20,6 persen, sehingga membantu meredam kekhawatiran yang muncul dari perlambatan MAU.

AI tetap jadi pusat perhatian pasar

Perhatian investor tidak hanya tertuju pada angka pengguna, tetapi juga pada strategi jangka panjang Duolingo. Manajemen menempatkan tahun 2026 sebagai tahun investasi dengan fokus pada peningkatan produk berbasis kecerdasan buatan dan perluasan subjek pembelajaran.

Arah itu membuat pasar tetap melihat kisah AI Duolingo sebagai bagian penting dari valuasi sahamnya. JPMorgan menilai strategi perusahaan untuk menggandakan perpustakaan bahasa dengan dukungan AI akan membantu pertumbuhan pengguna dan pelanggan berbayar.

Panduan keuangan ikut memberi sinyal

Respons pasar juga dipengaruhi panduan keuangan yang diperbarui perusahaan. Duolingo menaikkan panduan EBITDA yang disesuaikan untuk tahun 2026 sekitar 1,6 persen di atas batas atas sebelumnya, meski panduan bookings bergeser sedikit ke batas bawah kisaran awal.

Perubahan itu memperlihatkan bahwa perusahaan masih menjaga optimisme pada profitabilitas, walau proyeksi pertumbuhan tertentu tidak semuanya bergerak sekuat harapan. Bagi investor, kombinasi ini memberi sinyal bahwa perusahaan masih punya ruang untuk menyeimbangkan ekspansi dan disiplin finansial.

Tekanan kompetisi belum hilang

Di saat yang sama, Duolingo menghadapi persaingan yang makin nyata dari alat AI generatif milik OpenAI dan Google. CEO Luis von Ahn menegaskan perusahaan tetap fokus untuk mengajar dengan sangat baik di tengah perubahan cepat di industri teknologi.

Perusahaan juga menunjukkan sikap pro-pemegang saham lewat program pembelian kembali saham senilai hingga 400 juta dolar AS. Langkah ini menambah lapisan lain pada strategi Duolingo, yakni mengimbangi investasi pertumbuhan dengan pengembalian modal.

Posisi saham masih jauh dari pemulihan penuh

Meski sempat melonjak pada hari Kamis, saham DUOL baru bergerak di atas rata-rata pergerakan sederhana 20 hari dan 50 hari. Saham itu masih jauh di bawah SMA 200 hari di level 206,02 dolar AS.

Kondisi tersebut mencerminkan penurunan nilai sekitar 77 persen dalam setahun terakhir. Namun, konsensus analis Wall Street saat ini masih memberi peringkat Hold dengan target harga rata-rata 139,38 dolar AS, sehingga pasar tampak masih menunggu bukti lanjutan bahwa kombinasi AI, ekspansi produk, dan monetisasi bisa benar-benar mengubah arah saham ini.

Berita Terkait