Saham Token Makin Luas, Cadangan Transparan Menentukan Kepercayaan Investor

Author: Redaksi Android62

Perdagangan saham dan ETF Amerika Serikat dalam bentuk token digital kini berkembang cepat, tetapi kepercayaan investor tetap bergantung pada satu hal mendasar: ketersediaan cadangan aset dasar. Tanpa pelaporan yang terbuka, token yang mudah dibeli di pasar kripto dapat menyisakan pertanyaan tentang jaminan di belakangnya.

CEO Bitget Gracy Chen menilai Proof of Reserves atau PoR masih sering diabaikan oleh platform yang berupaya menyediakan saham tokenisasi. Menurut dia, keamanan dan stabilitas produk perlu berjalan beriringan dengan perluasan pilihan aset bagi pengguna.

“Setiap exchange ingin berfokus pada penyediaan saham yang ditokenisasi, tetapi mereka mengabaikan pentingnya keamanan dan stabilitas, terutama terkait Proof of Reserves yang transparan,” ujar Chen dalam keterangan tertulis pada Rabu (22/7/2026). Pernyataan tersebut menempatkan transparansi cadangan sebagai isu utama ketika penerbitan token terus meningkat.

PoR memberikan gambaran mengenai aset yang mendasari token yang telah diterbitkan. Untuk saham tokenisasi, mekanisme ini membantu pasar memeriksa kesesuaian jumlah token beredar dengan sekuritas dasar yang tersimpan.

Cadangan, kustodian, dan pemeriksaan independen

Reality, platform penerbitan aset dunia nyata teregulasi yang didukung Bitget, telah merilis laporan PoR untuk seluruh portofolio rToken. Laporan itu mencakup saham AS serta ETF yang ditokenisasi dan disebut telah diverifikasi secara independen oleh The Network Firm.

Sekuritas dasar rToken disimpan melalui Alpaca Securities LLC. Perusahaan tersebut disebut sebagai broker-dealer yang terdaftar di FINRA dan dilindungi oleh SIPC.

Aspek Keterangan
Portofolio Saham AS dan ETF dalam bentuk rToken
Verifikasi cadangan Dilakukan secara independen oleh The Network Firm
Penyimpanan sekuritas Melalui Alpaca Securities LLC
Status Alpaca Securities LLC Terdaftar di FINRA dan dilindungi oleh SIPC

Menurut keterangan yang dikutip money.kompas.com, Reality telah menerbitkan lebih dari 500 saham dan ETF Amerika Serikat dalam bentuk token. Daftar produknya mencakup SpaceX, Tesla, dan NVIDIA, dengan total aset kelolaan atau AUM melampaui 100 juta dollar AS.

Chen juga menyatakan rToken mempunyai likuiditas terbesar untuk saham token di industri kripto yang terhubung dengan NASDAQ dan NYSE. Klaim tersebut menunjukkan bahwa pengembangan produk tokenisasi diarahkan untuk mendekatkan instrumen pasar modal konvensional ke ekosistem blockchain.

Akses digital tidak menghapus kebutuhan pembuktian

Tokenisasi aset memungkinkan saham dan ETF direpresentasikan sebagai token digital sehingga dapat diperdagangkan dalam jaringan blockchain. Kemudahan akses ini membuka jalur baru bagi instrumen yang sebelumnya lebih sulit dijangkau melalui pasar digital.

Namun, representasi digital tidak dengan sendirinya membuktikan bahwa token memiliki dukungan aset yang memadai. Pelaku pasar tetap memerlukan informasi mengenai jumlah cadangan, identitas kustodian, cara penyimpanan, dan metode verifikasi yang digunakan.

Kebutuhan tersebut semakin penting karena skala pasar aset tokenisasi diproyeksikan terus membesar. McKinsey & Company dalam laporan Tokenized Financial Assets: From Pilot to Scale memperkirakan nilai aset keuangan yang ditokenisasi dapat mendekati 2 triliun dollar AS pada 2030.

Indikator Nilai Periode
Proyeksi aset keuangan tokenisasi Mendekati 2 triliun dollar AS 2030
Skenario optimistis Sekitar 4 triliun dollar AS 2030
RWA tercatat secara on-chain Puluhan miliar dollar AS Awal 2026

Dalam skenario yang lebih optimistis, nilai tersebut dapat mencapai sekitar 4 triliun dollar AS pada 2030. Data industri juga mencatat aset dunia nyata atau RWA secara on-chain telah bernilai puluhan miliar dollar AS pada awal 2026.

Pertumbuhan itu menunjukkan blockchain mulai bergerak melampaui tahap percobaan dalam merepresentasikan aset keuangan. Meski demikian, penggunaan kustodian teregulasi, verifikasi independen, dan data penerbitan secara on-chain tetap menjadi unsur penting agar perluasan saham token tidak mengorbankan transparansi.

Source: money.kompas.com
Berita Terbaru