Jepang memiliki lebih dari 600 varietas sakura, sehingga pengalaman hanami tidak selalu sama di setiap tempat. Dari sekian banyak jenis itu, ada lima yang paling populer dan paling sering dibahas karena karakter bunganya sangat berbeda, mulai dari yang cepat berlalu sampai yang bisa dinikmati lebih lama.
Perbedaan paling menonjol terlihat pada warna, bentuk kelopak, dan durasi mekarnya. Ada sakura yang muncul sangat awal, ada yang memiliki bunga berlapis-lapis, dan ada pula yang terkenal karena cabangnya yang menjuntai dramatis.
Kanhizakura: sakura selatan yang paling mencolok
Di antara jenis yang populer, kanhizakura termasuk yang paling mudah dikenali karena warnanya sangat kuat. Sakura ini berasal dari wilayah selatan Jepang, terutama Okinawa, dengan bunga berbentuk lonceng yang tidak mekar sepenuhnya.
Warna bunganya cenderung merah gelap atau fuchsia intens, sehingga tampil berbeda dari sakura berwarna lembut yang biasa dibayangkan banyak orang. Di Okinawa, jenis ini bisa mekar seawal Januari atau Februari, sementara di Honshu biasanya mulai muncul pada awal Maret dan bunganya dapat bertahan hingga sekitar sebulan.
Kawazu-zakura: penanda awal musim sakura
Bagi yang ingin melihat sakura lebih cepat, kawazu-zakura menjadi salah satu jenis yang paling dinanti. Varietas ini sering mulai mekar sejak Februari dan kerap dianggap sebagai penanda awal musim sakura di Jepang.
Ciri lainnya adalah warna merah muda yang lebih gelap dan cerah dibandingkan somei yoshino. Kelopaknya juga relatif lebih besar, dan bunganya dikenal bertahan lebih lama di pohon sehingga memberi waktu lebih panjang untuk menikmati pemandangan.
Somei Yoshino: yang paling umum ditemui
Jika berbicara tentang sakura di Jepang, somei yoshino hampir selalu muncul sebagai acuan utama. Varietas ini mendominasi sekitar 80 persen pohon sakura di negara tersebut, sehingga menjadi jenis yang paling sering terlihat saat musim semi.
Bunganya hanya memiliki lima kelopak dengan warna merah muda sangat pucat, dan sering tampak putih ketika mekar penuh. Biasanya bunganya muncul berkelompok sebelum daun keluar, lalu mekar hanya sekitar satu minggu setelah mencapai puncaknya.
Shidarezakura: sakura menjuntai yang khas
Jenis lain yang banyak menarik perhatian adalah shidarezakura, yang dikenal lewat dahan-dahannya yang melengkung ke bawah. Bentuk ini membuat bunganya terlihat mengalir dari cabang, mirip sosok pohon willow, dan menghadirkan kesan visual yang sangat dramatis.
Warna shidarezakura tidak terbatas pada satu nuansa saja, karena bisa merah muda cerah, putih, atau kemerahan. Varietas ini juga disebut sebagai salah satu sakura tertua di Jepang, bahkan beberapa pohonnya diketahui berusia lebih dari 1.000 tahun.
Yaezakura: tampilan lebih penuh dan mewah
Berbeda dari sakura biasa, yaezakura menjadi sebutan untuk bunga sakura yang memiliki lebih dari lima kelopak. Banyak varietas di kelompok ini berbunga ganda, dengan jumlah kelopak yang bisa mencapai 10 hingga 50 helai per bunga.
Ada juga kikuzakura yang terlihat jauh lebih padat, dengan hingga 100 atau bahkan 300 kelopak dalam satu tangkai. Susunan kelopak yang berlapis membuat yaezakura tampak lebih penuh, sementara warnanya cenderung lebih pekat dan biasanya baru mekar mulai akhir April.
Ragam lima jenis sakura ini menunjukkan bahwa daya tarik hanami di Jepang tidak hanya terletak pada momen mekarnya bunga, tetapi juga pada perbedaan karakter tiap varietas. Dari somei yoshino yang singkat, kawazu-zakura yang lebih awal, hingga kanhizakura yang bisa bertahan sekitar sebulan, setiap jenis memberi pengalaman yang berbeda bagi penikmat musim semi.
