Samsung membawa Galaxy A57 5G ke kelas menengah dengan bekal yang jarang terlihat di rentang harga Rp7 jutaan. Perangkat ini langsung menonjol lewat kombinasi desain yang lebih tipis, layar besar, kamera yang serbaguna, serta fitur AI yang benar-benar diarahkan untuk kebutuhan harian.
Di atas kertas, pendekatan Samsung terasa jelas: menghadirkan pengalaman yang mendekati lini flagship tanpa harus masuk ke segmen paling mahal. Karena itu, Galaxy A57 5G diposisikan bukan sekadar sebagai ponsel baru, melainkan sebagai paket lengkap untuk penggunaan jangka panjang.
Fokus pada tampilan yang lebih premium
Salah satu perubahan yang paling mudah terlihat ada di bodinya. Galaxy A57 5G hadir dengan desain yang lebih ramping dan ringan dibanding pendahulunya, sehingga kesan mewahnya terasa lebih kuat saat digenggam maupun dilihat.
Di sisi depan, Samsung memasang layar Super AMOLED 6,7 inci dengan bezel yang makin tipis. Ukuran ini memberi ruang pandang yang lega untuk menonton video, membaca, atau berpindah antar aplikasi dengan lebih nyaman.
Untuk perlindungan, perangkat ini dibekali kaca Victus+ dan sertifikasi IP68. Kombinasi tersebut membuat Galaxy A57 5G lebih siap menghadapi debu dan cipratan air, sekaligus menambah rasa aman saat dipakai dalam aktivitas sehari-hari.
AI yang tidak hanya jadi hiasan
Samsung menempatkan kecerdasan buatan sebagai salah satu daya tarik utama pada perangkat ini. Fitur-fitur AI yang disematkan bukan sekadar tambahan, tetapi dirancang untuk membantu pekerjaan harian agar lebih cepat dan praktis.
Beberapa fitur yang disorot adalah Object Eraser, Best Face, dan Circle to Search. Object Eraser bisa dipakai untuk menghapus objek yang mengganggu pada foto, sedangkan Best Face membantu memilih ekspresi wajah terbaik agar hasil foto grup terlihat lebih rapi.
Circle to Search juga jadi fitur yang terasa langsung manfaatnya karena pencarian informasi bisa dilakukan dari layar tanpa langkah yang rumit. Selain itu, Galaxy A57 5G turut didukung Bixby, Gemini, dan Perplexity untuk pencarian, perintah suara, dan aktivitas digital lain.
Software lebih baru dengan dukungan panjang
Galaxy A57 5G sudah berjalan dengan Android 16 dan antarmuka One UI 8.5. Kehadiran software yang lebih baru ini penting karena menjadi fondasi bagi pengalaman yang lebih segar, termasuk integrasi AI yang lebih efisien.
Samsung juga menjanjikan hingga enam pembaruan OS untuk perangkat ini. Bagi pengguna kelas menengah, komitmen seperti ini memberi nilai tambah besar karena perangkat berpotensi tetap relevan lebih lama.
Dukungan update yang panjang juga membantu dari sisi keamanan dan kompatibilitas aplikasi. Dengan begitu, Galaxy A57 5G tidak hanya menarik saat baru dibeli, tetapi juga punya umur pakai yang lebih meyakinkan.
Kamera serbaguna untuk pemakaian sehari-hari
Di bagian kamera, Samsung membekali Galaxy A57 5G dengan susunan yang cukup fleksibel untuk berbagai kebutuhan. Kamera belakangnya terdiri dari sensor utama 50MP, lensa ultrawide 12MP, dan kamera makro 5MP.
Kamera utama diklaim mampu menghasilkan foto yang tajam dengan warna akurat, termasuk saat kondisi cahaya mulai menurun berkat dukungan Night Mode. Kamera ultrawide memberi sudut pandang lebih luas, sementara kamera makro dipakai untuk menangkap detail kecil dari jarak dekat.
Di bagian depan, tersedia kamera 12MP untuk selfie dan video call. Samsung menyebut hasilnya konsisten di beragam kondisi pencahayaan, sehingga cocok untuk penggunaan rutin.
Performa dan daya tahan baterai
Untuk urusan tenaga, Galaxy A57 5G memakai chipset Exynos 1680. Chip ini diklaim membawa peningkatan pada CPU, GPU, dan NPU untuk mendukung performa harian sekaligus pemakaian fitur AI yang lebih efisien.
Pengalaman multitasking dan gaming diarahkan agar terasa lebih lancar, meski sumber referensi juga menyebut masih ada sedikit lag dalam kondisi tertentu, terutama saat berpindah di antara aplikasi berat. Artinya, perangkat ini tetap menyasar kenyamanan, namun belum sepenuhnya lepas dari batasan khas kelas menengah.
Sektor daya juga dibuat relevan untuk pemakaian panjang. Galaxy A57 5G membawa baterai 5.000mAh dengan pengisian cepat 45W, yang ditujukan untuk mendukung aktivitas normal seharian.
Dengan banderol mulai Rp7 jutaan, Galaxy A57 5G menonjol sebagai pilihan yang menggabungkan desain premium, layar luas, kamera lengkap, fitur AI yang berguna, serta dukungan software panjang dalam satu perangkat. Kombinasi itu membuatnya tampil sebagai salah satu opsi menarik di kelas menengah bagi pengguna yang mencari pengalaman mendekati flagship.
