Sand: Raiders of Sophie langsung menonjol karena menempatkan pemain dalam situasi yang jauh lebih keras saat dimainkan sendirian. Di game ini, satu orang harus mengurus kendaraan raksasa, senjata berat, peta, logistik, dan ancaman musuh hampir pada saat yang sama.
Itulah yang membuat pengalaman awalnya terasa menekan, karena beban permainan memang lebih cocok ditanggung bersama kru. Meski ada server khusus solo, Sand tetap dirancang sebagai pengalaman yang menuntut koordinasi tinggi dan tidak memberi ruang besar untuk kesalahan.
Trampler menjadi pusat semua risiko
Inti permainan Sand ada pada trampler, yaitu walking base raksasa yang harus dipersiapkan sebelum turun ke misi. Kendaraan ini bisa dirakit dari modul atau memakai model yang sudah ada, lalu dipersenjatai dengan berbagai senjata berat.
Pemain membawa senjata tangan seperti pistol, shotgun, atau rifle, sementara peti terpisah menampung senjata berat untuk trampler. Di antaranya ada meriam 40mm dan 80mm yang harus dipasang dan dioperasikan di beberapa sisi luar kendaraan.
Begitu mendarat di planet gurun, ritme permainan langsung berubah menjadi serangkaian tugas teknis. Mesin besar harus dinyalakan secara manual, amunisi diisi, lalu tuas kemudi ditarik satu per satu agar base berjalan itu bisa bergerak melintasi bukit pasir.
Ukuran trampler juga membawa konsekuensi tersendiri karena bahkan unit terkecil tetap memerlukan waktu untuk dijelajahi. Pemain harus naik tangga dan berlari melewati ruang berbeda untuk mencapai area senjata, mesin, kemudi, dan penyimpanan.
Sea of Thieves versi darat, tetapi jauh lebih berat
Dalam dua jam awal, kesan yang paling kuat adalah Sea of Thieves versi darat. Pemain tetap harus mengemudikan kendaraan besar, mengatur kecepatan, memeriksa peta, dan menjaga jarak dari trampler musuh yang bisa muncul di kejauhan.
Ancaman itu biasanya terbaca lewat kolom asap hitam, bukan lewat layar laut atau layar kapal. Saat keluar dari kendaraan untuk menjarah, pemain juga harus terus waspada terhadap mech lain yang mungkin datang menghancurkan base berjalan miliknya.
Pertempuran jarak dekat maupun jarak menengah sama-sama memaksa pemain berpindah peran. Ketika tembakan pecah, pemain sering harus meninggalkan kemudi untuk mengoperasikan turret, lalu kembali lagi untuk menjaga kendaraan tetap bergerak.
Beberapa turret bahkan berada di sisi kendaraan yang jauh dari posisi mengemudi. Akibatnya, semua tindakan terasa seperti perlombaan antara menembak, mengisi ulang, memperbaiki kerusakan, dan memastikan trampler tidak berhenti di tengah ancaman.
Ekstraksi, loot, dan serangan yang datang dari segala arah
Setelah barang rampasan disimpan di cargo hold trampler, pemain harus menuju extraction point. Di sana, proses dimulai dengan turun dan memanjat menara tinggi agar kapal penjemput bisa dipanggil dari orbit.
Begitu proses ekstraksi berjalan, seluruh area berubah menjadi titik konflik. Pemain lain dapat mencoba menghentikan proses itu sebelum kapal datang, sehingga momen menunggu justru menjadi bagian paling rawan dalam satu misi.
Bahaya juga datang dari NPC mirip ghoul yang menjaga beberapa lokasi lootable. Gerak mereka sederhana, cenderung langsung menyerbu lalu menembak, tetapi jumlah ancaman tetap membuat area penjarahan terasa tidak aman.
Yang lebih berbahaya justru automatons yang turun dari orbit dan mulai mengejar pemain. Dalam satu pertemuan, tiga unit sempat muncul sekaligus, dan meski ukurannya lebih kecil dari trampler pemain, daya tembaknya tetap kuat dan perlu banyak damage untuk dijatuhkan.
Atmosfer suara ikut memperbesar ketegangan
Desain suara menjadi salah satu faktor yang membuat Sand terasa hidup dan mengancam. Suara mekanis trampler terdengar jelas lewat gesekan roda gigi dan kabel yang berderak saat kendaraan bergerak di atas lanskap gurun.
Ledakan dari senjata berat juga terdengar sangat keras, sehingga bobot setiap tembakan benar-benar terasa. Bahkan pertempuran yang terjadi di bagian lain peta masih dapat terdengar dari jauh dan memberi sinyal bahwa ada pemain lain di sekitar.
Dalam beberapa sesi, server sempat bermasalah pada hari peluncuran sehingga dua dari tiga misi berakhir lebih cepat. Namun pada misi terakhir, pemain sempat menjarah bangkai kapal tua di gurun, menembak beberapa ghoul, membombardir pemain lain yang sedang mencoba ekstraksi, lalu tetap berhasil kabur meski ditembaki pemain berbeda.
