Sandwich untuk Diabetes Tak Harus Dua Lembar Roti, Ini Cara Menekan Karbohidrat

Sandwich bagi penderita diabetes tidak selalu harus memakai dua lembar roti. Salah satu cara menekan asupan karbohidrat adalah mengganti lapisan roti kedua dengan daun selada atau sayuran lain.

Langkah tersebut membuat isian tetap dapat dinikmati tanpa tambahan karbohidrat dari selembar roti. Namun, jumlah roti yang digunakan tetap perlu disesuaikan dengan kebutuhan makan setiap individu.

Isian Sandwich Berperan Penting

Roti sebaiknya tidak dikonsumsi sendiri apabila tujuannya menjaga gula darah setelah makan. Ahli gizi Kitty Broihier menyarankan roti dipadukan dengan protein atau lemak sehat.

Protein dan lemak sehat dapat membantu mengurangi lonjakan gula darah setelah makan. Pilihan isiannya antara lain telur, dada ayam, salmon, alpukat, hummus, keju, serta selai kacang tanpa tambahan gula.

Telur atau dada ayam dapat menambah protein pada menu berbasis roti. Alpukat dan selai kacang tanpa tambahan gula dapat menjadi alternatif sumber lemak sehat.

Tambahan isian yang lebih seimbang bukan berarti porsi roti dapat diabaikan. Karbohidrat dari setiap lembar roti tetap perlu dihitung dalam total menu harian.

Periksa Angka pada Label Kemasan

Warna atau nama produk tidak selalu menunjukkan bahwa sebuah roti lebih sesuai untuk penderita diabetes. Informasi nilai gizi pada kemasan menjadi dasar yang lebih penting untuk menentukan pilihan.

Susan Weiner, ahli gizi dan penulis Diabetes: 365 Tips for Living Well, menekankan perlunya memeriksa serat, karbohidrat, dan kalori. Ketiga informasi itu membantu konsumen mengatur porsi secara lebih terukur.

Komponen yang DicekAnjuran per SajianManfaat
Serat MakananSetidaknya 3 gramMembantu memperlambat penyerapan karbohidrat
KarbohidratMaksimal sekitar 15 gram per lembarMendukung pengaturan porsi
KaloriMaksimal sekitar 100 kalori per lembarMembantu mengendalikan asupan

Roti gandum utuh dapat dipertimbangkan karena berpotensi memiliki serat yang lebih mendukung respons gula darah setelah makan. Broihier menyarankan pilihan dengan sedikitnya 3 gram serat per sajian.

Serat tidak menghapus kandungan karbohidrat pada roti. Namun, serat dapat memperlambat proses penyerapan karbohidrat sehingga kenaikan gula darah lebih terkendali.

Porsi Tetap Menjadi Penentu

Apabila kandungan karbohidrat atau kalori per lembar lebih tinggi dari anjuran, porsi dapat dibatasi menjadi satu lembar. Pertimbangan ini penting ketika roti digunakan sebagai dasar sandwich dengan sejumlah isian.

Menurut penjelasan yang dikutip CNBC Indonesia dari EatingWell, kebutuhan karbohidrat tidak sama pada setiap orang. Kondisi kesehatan, tingkat aktivitas, dan target pengendalian gula darah memengaruhi kebutuhan tersebut.

Karena itu, jenis Roti untuk Diabetes yang cocok bagi satu orang belum tentu sesuai bagi orang lain. Pengaturan porsi bersama ahli gizi dapat membantu menentukan jumlah karbohidrat yang tepat dalam menu harian.

Gula Darah dapat lebih terkelola ketika pemilihan roti, ukuran porsi, dan isiannya diperhatikan secara bersamaan. Roti tetap dapat menjadi bagian dari pola makan seimbang tanpa harus dihapus seluruhnya dari menu.

Source: www.cnbcindonesia.com
Berita Terkait