Sarapan Manis Di Pagi Kosong, Gula Darah Cepat Naik Lalu Tubuh Mudah Lemas

Author: Redaksi Android62

Sarapan yang terlalu manis saat perut masih kosong dapat membuat tubuh bergerak dari kondisi “segar” ke “lesu” hanya dalam waktu singkat. Efek awalnya memang terasa praktis karena gula cepat memberi energi, tetapi setelah itu banyak orang justru lebih mudah lapar dan mengantuk saat aktivitas pagi baru berjalan.

Masalah utama muncul ketika makanan atau minuman manis masuk tanpa didampingi nutrisi lain. Gula lebih cepat diserap tubuh, lalu kadar glukosa darah naik tajam dan memicu produksi insulin yang lebih besar untuk menstabilkannya.

Lonjakan itu tidak selalu bertahan lama. Setelah gula darah turun kembali dengan cepat, tubuh bisa terasa kehilangan tenaga, sehingga energi yang dirasakan di awal sarapan berubah menjadi rasa lemas di pertengahan pagi.

Kenapa rasa lapar datang lebih cepat

Menu tinggi gula juga tidak membuat kenyang bertahan lama. Sebaliknya, asupan seperti roti selai, sereal manis, kue, teh manis, atau kopi bergula dapat membuat tubuh lebih cepat ingin makan lagi.

Karena itu, sarapan seimbang lebih disarankan daripada menu yang dominan karbohidrat sederhana dan gula. Asupan protein membantu tubuh merasa kenyang lebih lama dan mengurangi dorongan untuk makan berlebihan.

Kebiasaan manis bisa memicu keinginan makan berulang

Sarapan manis bukan hanya soal rasa lapar yang datang lebih cepat. Kandungan gula yang tinggi juga dapat memengaruhi hormon dan sistem penghargaan di otak yang berkaitan dengan rasa puas dan dorongan untuk makan.

Jika kebiasaan ini terus terjadi, tubuh cenderung lebih sering menginginkan makanan manis pada waktu berikutnya. Akibatnya, asupan gula harian menjadi makin sulit dikendalikan karena dorongan untuk mencari rasa manis ikut menguat.

Risiko yang perlu diperhatikan bila berlangsung terus-menerus

Saat pola sarapan tinggi gula dilakukan berulang, tubuh harus terus menghadapi lonjakan gula darah. Pankreas lalu bekerja lebih keras untuk menghasilkan insulin dalam jumlah lebih banyak agar kadar gula tetap terkendali.

Bila keadaan ini berlangsung lama, tubuh dapat mengalami resistensi insulin. Pada kondisi tersebut, sel-sel tubuh tidak lagi merespons insulin dengan baik sehingga gula menumpuk dalam darah dan risiko diabetes tipe 2 ikut meningkat.

Pilihan pagi yang lebih aman

Sarapan yang mengandung protein dan nutrisi lain membantu energi tetap stabil lebih lama. Pola makan seperti ini juga lebih mendukung rasa kenyang dan membuat tubuh tidak cepat turun tenaga setelah makan.

Menu manis tidak harus dihindari sepenuhnya, tetapi porsinya perlu dijaga. Saat perut kosong, pilihan yang lebih seimbang menjadi langkah penting agar tubuh tidak cepat lemas, cepat lapar, dan mudah tergoda untuk kembali mencari makanan manis.

Source: www.beautynesia.id
Redaksi Android62
Redaksi Android62

Android62.com menghadirkan berita dari beragam sumber dengan penyajian unik, ringkas, dan informatif untuk pembaca modern.

Newsletter Text above the Email input field
Follow Us
Berita Terbaru