Di Pacet, Mojokerto, jejak rasa paling mudah dikenali justru datang dari sajian yang sederhana namun kuat karakternya. Kawasan wisata pegunungan ini punya sate kelinci, jagung bakar, dan wedang jahe yang membuat pengunjung tidak hanya singgah untuk menikmati udara sejuk, tetapi juga untuk mencari rasa yang cocok dengan suasana dingin.
Sate kelinci menjadi penanda paling khas
Dari sekian banyak pilihan, sate kelinci paling sering disebut sebagai makanan yang identik dengan Pacet. Daging kelinci dipotong dadu, ditusuk, lalu dibakar di atas bara arang hingga menghasilkan aroma smoky yang kuat.
Sajian ini biasanya disajikan bersama bumbu kacang yang kental dan sedikit pedas. Lontong, bawang merah mentah, dan cabai rawit ikut melengkapi satu porsi sate kelinci sehingga rasanya terasa lebih kompleks.
Rasa hangat dari jagung bakar
Selain sate kelinci, jagung bakar juga menjadi menu yang banyak dicari wisatawan. Jagung manis dari perkebunan lokal disebut memiliki tingkat kemanisan alami yang tinggi, sehingga mudah menarik perhatian saat mulai dibakar.
Sebelum masuk bara, jagung umumnya diolesi mentega dan diberi pilihan bumbu asin, pedas, atau manis. Perpaduan itu menghasilkan rasa manis dan gurih yang seimbang, lalu membuatnya cocok sebagai camilan di kawasan wisata pegunungan.
Wedang jahe hadir sebagai pelengkap suasana dingin
Udara sejuk Pacet membuat minuman hangat punya tempat tersendiri di meja wisatawan. Wedang jahe menjadi pilihan yang sering dicari setelah berkeliling atau saat tubuh butuh rasa hangat.
Keberadaan minuman ini melengkapi pilihan kuliner di Pacet karena ada sajian berat, camilan, dan minuman hangat dalam satu kawasan. Pola itu membuat pengalaman makan terasa selaras dengan karakter wilayah yang dingin dan nyaman.
Kuliner yang menyatu dengan pengalaman wisata
Pacet dikenal sebagai kawasan wisata populer di Mojokerto, sehingga makanan di sekitarnya ikut membentuk kesan berkunjung. Sajian yang tersedia umumnya sederhana, tetapi kuat dalam rasa dan pas dengan kondisi pegunungan.
Di area seperti Padusan, pilihan kuliner tersebut memberi nilai tambah bagi wisatawan yang datang. Kuliner di Pacet pun tidak hanya menjadi pelengkap perjalanan, tetapi juga alasan lain untuk berhenti sejenak dan menikmati suasana.
Jejak rasa yang mudah diingat
Daya tarik kuliner Pacet terletak pada kecocokannya dengan lingkungan sekitar. Sate kelinci memberi kesan gurih pedas dengan aroma bakaran, jagung bakar menghadirkan rasa manis-gurih dari hasil perkebunan lokal, dan wedang jahe memberi kehangatan yang dibutuhkan di udara dingin.
Gabungan itu membuat Pacet punya identitas rasa yang mudah diingat. Bagi wisatawan yang datang ke Mojokerto, kawasan ini menawarkan pengalaman alam sekaligus pilihan makanan khas yang sederhana namun mantap.
Source: www.jawapos.com