Pasar Crypto Lesu, Satori Finance Pilih Tutup Operasi Perps DEX

Satori Finance resmi menghentikan layanan bursa perpetual futures atau perps DEX setelah tekanan finansial membuat operasinya tidak lagi layak dipertahankan. Platform yang didukung Coinbase Ventures dan Jump Capital itu menyebut kondisi pasar kripto yang terus melemah sebagai faktor utama di balik keputusan tersebut.

Perusahaan meminta para pengguna segera menutup posisi terbuka dan menarik aset mereka selama platform masih aktif. Setelah layanan berhenti beroperasi pada 16 Juli pukul 7.59 malam ET, tim Satori menyampaikan bahwa pelanggan mungkin tidak lagi dapat mengakses dana mereka.

Dalam pernyataan di X, Satori menjelaskan bahwa pendapatan yang masuk tidak cukup untuk menopang operasional dalam pasar yang berkepanjangan dan tidak menguntungkan. Meski begitu, perusahaan menegaskan aset pengguna tetap aman dan berada di bawah kendali mereka selama masa transisi.

Jejak pertumbuhan yang terhenti

Satori Finance sempat mengumpulkan dana sebesar $10 juta dari investor pada 2022. Platform ini menyediakan perdagangan perps di Ethereum, BNB Chain, serta jaringan lapis-2 yang menonjol seperti Base dan Arbitrum.

Di situs resminya, Satori mengklaim telah memiliki lebih dari 3 juta pelanggan dan hampir $99 miliar volume perdagangan kumulatif. Skala tersebut menunjukkan bahwa penutupan ini menimpa salah satu platform perps yang sebelumnya sempat mencatat aktivitas besar.

Tekanan pasar meluas ke banyak sektor

Penutupan Satori terjadi di tengah pelemahan pasar kripto yang lebih luas. Bitcoin dilaporkan turun 48% dari rekor tertingginya di $126,080, dan pada Rabu aset kripto terbesar itu diperdagangkan sekitar $65,340.

Gelombang penutupan juga terlihat di sejumlah proyek lain. Dalam sepekan terakhir, jaringan lapis-2 Bitcoin Botanix mengumumkan penutupan, sementara game mobile Pudgy Party dari Mythical Games dan koleksi NFT Pudgy Penguins berbasis Ethereum juga mengambil langkah serupa.

Sejak awal tahun, daftar perusahaan kripto yang berhenti beroperasi terus bertambah. Di antaranya adalah firma infrastruktur Syndicate Labs, marketplace NFT Nifty Gateway, dan pemberi pinjaman DeFi ZeroLend.

Kondisi yang berat ini turut mendorong pendiri Cardano, Charles Hoskinson, memperingatkan komunitasnya soal kemungkinan “wave of failures” akibat keterbatasan finansial. Tekanan serupa juga memukul perusahaan besar di industri kripto, termasuk Coinbase, Robinhood, Block, dan Crypto.com yang telah melakukan pemutusan kerja dalam jumlah besar sepanjang tahun ini.

Berita Terkait