Di antara dua nama besar motor retro modern, selisih harga justru memihak Triumph Scrambler 900. Motor Inggris itu dibanderol mulai 12.395 USD atau sekitar Rp 221,3 jutaan sebelum pajak dan biaya pengiriman, lebih murah dari Ducati Scrambler Nightshift terbaru yang mulai 12.995 USD atau sekitar Rp 231,9 jutaan sebelum pajak dan biaya dealer.
Namun, banderol yang lebih rendah bukan berarti Triumph tampil lebih sederhana dalam karakter. Motor ini menawarkan torsi 80 Nm pada 3.250 rpm, angka yang jauh lebih besar dibanding Ducati Scrambler yang menghasilkan 65,2 Nm pada 7.000 rpm.
Dua pendekatan, dua rasa berkendara
Perbedaan keduanya terasa jelas sejak melihat arah pengembangannya. Ducati Scrambler dibangun sebagai scrambler modern Italia yang ringan, sporty, dan agresif, sedangkan Triumph mempertahankan aura klasik Inggris yang lebih santai dan autentik.
Bagi pengendara yang menginginkan respon lebih spontan saat putaran mesin naik, Ducati menawarkan rasa yang lebih hidup. Sebaliknya, Triumph lebih menonjol di tenaga bawah yang kuat dan nyaman dipakai di jalan perkotaan maupun jalur pedesaan.
Ducati Scrambler, ringan dan lebih maju
Ducati Scrambler menggunakan mesin L-Twin 803cc 4-klep Desmodromic berpendingin udara dengan tenaga 73 hp pada 8.250 rpm. Karakternya dikenal responsif, dengan akselerasi yang terasa lebih spontan dibanding rivalnya.
Selain performa, Ducati juga membawa paket teknologi yang lebih lengkap. Fitur seperti Ride-by-Wire, Riding Mode, Cornering ABS, Traction Control, Quickshifter pada varian tertentu, dan TFT display membuatnya terasa lebih modern di kelas scrambler bergaya klasik.
Secara visual, Ducati memadukan garis retro dan sentuhan premium lewat tangki berlekuk, lampu bulat LED, serta bodi minimalis. Kombinasi itu memberi kesan sederhana, tetapi tetap tegas sebagai motor Italia yang sporty.
Triumph Scrambler 900, klasik dan bertorsi besar
Triumph Scrambler 900 memakai mesin parallel-twin 900cc 8-klep berpendingin cairan dengan tenaga 64,1 hp pada 7.250 rpm. Meski tenaganya lebih kecil, torsi 80 Nm yang keluar lebih awal membuat karakter mesinnya terasa lebih santai dan kuat dari bawah.
Desainnya juga sangat dekat dengan scrambler Inggris era 1960-an. Knalpot tinggi ganda, tangki membulat, dan detail klasik memberi identitas yang lebih autentik dibanding pendekatan Ducati.
Dari sisi penggunaan, Triumph juga lebih mendukung jalur rusak dan tanah ringan berkat karakter sasis serta suspensi yang sesuai untuk multi-permukaan. Paket fitur modernnya tetap ada, meliputi Riding Mode, Traction Control, ABS, lampu LED, dan panel instrumen kombinasi analog-digital.
Transmisi ikut membentuk karakter
Perbedaan lain yang ikut terasa ada pada transmisi. Ducati memakai 6-percepatan, sedangkan Triumph menggunakan 5-percepatan, dan perbedaan ini membantu membentuk rasa berkendara yang tidak sama.
Secara umum, Ducati Scrambler unggul dalam dinamika dan kesan modern. Triumph Scrambler 900 lebih menonjol dalam autentisitas desain, torsi awal, dan kenyamanan berkendara yang cenderung kalem.
Pilihan akhirnya bergantung pada selera pengendara, apakah ingin scrambler Italia yang ringan dan agresif, atau scrambler Inggris yang klasik, bertorsi besar, dan lebih ramah untuk penggunaan harian.
