SBI Holdings bergerak untuk mengambil alih Bitbank lewat transaksi senilai sekitar 46,7 miliar yen, atau hampir $289 juta. Jika rencana ini tuntas, Bitbank akan menjadi anak usaha penuh dan gabungan keduanya berpotensi menjadikan SBI sebagai bursa kripto terbesar di Jepang berdasarkan nilai aset.
Kesepakatan tersebut sudah mendapat persetujuan dewan SBI pada hari Kamis. Transaksi ini juga mencerminkan gelombang konsolidasi yang tengah menguat di industri aset digital Jepang, di tengah persaingan yang makin ketat di pasar domestik.
Skema akuisisi dibuat bertahap
Struktur transaksi melibatkan beberapa perjanjian dengan CEO Bitbank Noriyuki Hirosue, para pemegang saham perorangan lain, serta dua pemegang saham korporasi terbesar Bitbank, yakni MIXI Inc. dan Ceres Inc. Kedua perusahaan itu bersama-sama menguasai hampir separuh kepemilikan bursa tersebut.
Dalam skema yang disusun, anak usaha SBI akan lebih dulu membeli saham dari Hirosue dan pemegang saham perorangan lain. Setelah itu, SBI akan ikut dalam penerbitan saham baru Bitbank.
Dana dari kenaikan modal tersebut kemudian dipakai Bitbank untuk membeli kembali dan menghapus kepemilikan saham milik MIXI dan Ceres. Dengan cara ini, kepemilikan berpindah secara bertahap hingga Bitbank berada di bawah kendali penuh SBI.
Skala gabungan yang dibidik
SBI menyebut penggabungan operasional ini akan menghasilkan skala yang jauh lebih besar di pasar domestik. Kedua bursa diperkirakan memiliki aset dalam kustodian sekitar 1,1 triliun yen, atau sekitar $6,8 miliar, serta melayani sekitar 2,92 juta akun kripto.
Dengan skala tersebut, entitas gabungan diproyeksikan menjadi bursa Jepang terbesar berdasarkan aset dalam kustodian dan termasuk yang terbesar berdasarkan jumlah akun pengguna. SBI juga menyiapkan fokus pada penguatan infrastruktur keamanan dan kepatuhan Bitbank ke dalam operasi kripto yang sudah berjalan melalui SBI VC Trade.
Dampak keuangan dan posisi Bitbank
SBI memperkirakan akuisisi ini hanya memberi dampak kecil terhadap hasil keuangan konsolidasi untuk tahun fiskal yang berakhir Maret 2027. Meski demikian, perusahaan menilai langkah ini penting untuk memperkuat posisi kompetitifnya di tengah pasar yang terus memanas.
Di sisi lain, Bitbank tercatat membukukan rugi bersih untuk tahun fiskal yang berakhir Desember 2025. Kondisi itu terjadi setelah perusahaan sebelumnya mencatat laba selama dua tahun berturut-turut, menurut pengungkapan keuangan yang disertakan dalam pengumuman SBI.
Menanti lampu hijau regulator
Transaksi ini ditargetkan selesai sekitar Oktober, tetapi masih menunggu izin dari Japan’s Fair Trade Commission. Jika persetujuan itu keluar, kombinasi SBI dan Bitbank akan menjadi salah satu konsolidasi terbesar di sektor kripto Jepang sejauh ini.







