Schiff Peringatkan Bitcoin Bisa Terkapar Ke $30.000, Tekanan Strategy Jadi Pemicu Utama

Peter Schiff kembali memusatkan sorotan pada Bitcoin dengan peringatan paling keras yang kerap ia gunakan: spiral kematian. Ia menilai tekanan pada Strategy dapat memicu aksi jual berantai dan mendorong Bitcoin jatuh ke level yang jauh lebih dalam dari biasanya.

Menurut Schiff, area sekitar $30.000 menjadi titik yang paling rawan. Dalam video YouTube berdurasi satu jam, ia menyebut penurunan ke level itu bisa memicu “cascade of selling” dan membuat Bitcoin mengalami “the worst decline it’s ever experienced.”

Strategy jadi pusat kekhawatiran

Kekhawatiran Schiff terutama tertuju pada struktur pendanaan Strategy, khususnya saham preferen milik perusahaan tersebut. Ia menilai skema itu membuat Strategy rentan ketika harga Bitcoin melemah karena dapat memaksa penjualan tambahan untuk memenuhi kewajiban pendanaan.

Schiff juga memperingatkan bahwa dampaknya tidak berhenti pada satu perusahaan. Jika Strategy gagal, pasar menurut dia harus menyerap ratusan ribu Bitcoin milik perusahaan itu, dan beban tersebut bisa terasa berat bagi industri kripto.

Ia bahkan menggambarkan kepemilikan itu sebagai “giant albatross around the neck of the crypto market.” Dalam pandangannya, keberadaan 740.000 Bitcoin yang berpotensi dijual murah akan membuat investor berpikir ulang sebelum masuk sekarang.

Level $30.000 dan risiko tekanan lanjutan

Schiff menilai Bitcoin sedang bergerak menuju tahun terburuknya sejak pertama kali hadir di pasar. Ia merujuk pada pola penurunan tahunan sebelumnya yang rata-rata sekitar 65 persen, lalu menyebut skenario serupa dapat membawa harga ke sekitar $30.000.

“Jika Bitcoin turun 65% tahun ini, itu akan menutup tahun di sekitar 30.000,” katanya. Namun ia menilai level itu justru bisa membuka gelombang jual baru yang menekan harga lebih dalam dari rata-rata pelemahan historis.

Dalam pandangannya, penurunan tersebut bukan koreksi biasa. Ia menyebut masih ada “lebih banyak potensi penurunan” untuk membuat Bitcoin mencatat tahun terburuk sepanjang masa.

Pandangan Schiff soal kondisi pasar kripto

Selain soal harga, Schiff juga melihat pelemahan Bitcoin sebagai tanda bahwa gelembung kripto mulai mengempis. Ia menyebut aset digital itu sebagai titik terlemah dalam reli pasar yang lebih luas, terutama yang didorong sektor teknologi dan kecerdasan buatan.

Menurut dia, kripto rapuh karena ditopang oleh hype semata. Ia menilai kelemahan itu dapat menjadi sinyal awal bagi pasar keuangan yang lebih luas jika tekanan mulai menyebar keluar dari aset digital.

Pandangan itu membuat peringatannya terasa lebih besar daripada sekadar komentar soal harga. Schiff menempatkan Bitcoin sebagai indikator yang, dalam versinya, dapat memberi alarm atas kesehatan reli pasar secara keseluruhan.

Reaksi komunitas dan perdebatan baru

Setelah video itu, Schiff menggelar jajak pendapat di X untuk menanyakan seberapa jauh Bitcoin harus jatuh sebelum investor mengakui dirinya benar. Lebih dari 16.000 pengguna ikut serta, dan 59% memilih “$0”, yang berarti mereka tidak akan mengakui klaimnya kecuali Bitcoin benar-benar tak bernilai.

Schiff menanggapi hasil itu dengan mengatakan bahwa penurunan ke $20.000 pun kemungkinan sudah cukup berat untuk membuat Strategy bangkrut. Pernyataan itu kembali memicu respons keras dari komunitas kripto, yang menyoroti rekam jejak prediksinya yang kerap meleset.

Kritik terbaru ini menambah daftar panjang serangan Schiff terhadap Bitcoin selama lebih dari satu dekade. Menurut data yang dikompilasi bitcoindeaths.com, ia telah menyatakan Bitcoin “dead” setidaknya 22 kali sejak 2011, saat harga aset itu masih berada di sekitar $17.

Sorotan baru pada model pendanaan Strategy

Perdebatan juga menguat setelah Strategy mengungkap pada June 1 bahwa mereka menjual 32 Bitcoin antara May 26 dan May 31 sekitar $2,5 juta. Angka itu kecil dibanding cadangan perusahaan yang lebih dari 843.000 Bitcoin, tetapi tetap menarik perhatian karena dinilai bertentangan dengan filosofi “never sell” yang selama ini diasosiasikan dengan Michael Saylor.

Kekhawatiran lain datang dari struktur saham preferen variabel STRC. Grayscale Research’s Zach Pandl menyoroti instrumen itu dirancang agar diperdagangkan dekat $100 per saham, sehingga penurunan berkelanjutan di bawah level itu dapat mendorong perusahaan menaikkan dividen untuk menarik pembeli.

Para pengkritik, termasuk Schiff, menilai kewajiban dividen yang lebih tinggi pada akhirnya bisa memaksa penjualan Bitcoin tambahan jika sumber pendanaan lain menipis. Di sisi lain, para pendukung Strategy berpendapat struktur pembiayaan perusahaan masih bisa dikelola dan potensi apresiasi jangka panjang Bitcoin tetap lebih besar daripada risikonya.

Jiang Zhuoer, pendiri sekaligus CEO pool mining asal China BTCTOP, bahkan mengatakan Strategy tetap akan bertahan meski Bitcoin turun ke $30.000. Ia menyebut perusahaan itu bisa menjual Bitcoin yang dibeli lebih murah untuk merealisasikan keuntungan dan membantu pembayaran dividen STRC.

Berita Terkait