Scudetto ke-21 Inter Milan tidak hanya menutup persaingan Serie A dengan kemenangan meyakinkan atas Parma, tetapi juga membuka ruang bagi Lautaro Martínez untuk bicara jujur soal perjalanan timnya. Kapten Nerazzurri itu mengakui ada bagian dari musim ini yang tidak ia sukai, meski pada akhirnya Inter tetap mampu menjaga kekuatan mental hingga gelar aman di tangan.
Bagi Lautaro, keberhasilan itu tidak lahir dari jalan yang mulus. Ia menilai musim ini penuh tekanan dan menghadirkan banyak situasi yang harus dibenahi bersama, sehingga gelar juara terasa sebagai hasil dari kerja kolektif, bukan sekadar kualitas individu para pemain.
Kekompakan jadi kunci saat Inter diterpa tekanan
Lautaro menekankan bahwa yang membuat Inter tetap bertahan di jalur juara adalah suasana tim yang solid. Di tengah kompetisi yang menuntut konsistensi tinggi, para pemain tetap menjaga kebersamaan di ruang ganti dan tidak membiarkan masalah berkembang menjadi gangguan besar.
Ia melihat kemampuan tim untuk tetap stabil sebagai faktor penting. Menurutnya, saat persaingan ketat dan tekanan terus datang, kekompakan menjadi penopang utama agar Inter tidak kehilangan arah.
Peran Chivu membawa energi baru
Selain soal daya tahan tim, Lautaro juga memberi sorotan pada Cristian Chivu yang menggantikan Simone Inzaghi di kursi pelatih. Ia menilai pergantian itu menghadirkan ide-ide segar yang memang dibutuhkan Inter pada fase penting musim ini.
Kapten Inter tersebut merasa perubahan itu berjalan tepat. Ia menyebut Chivu bekerja dengan sangat baik dan membantu skuad meraih trofi dengan pendekatan baru yang memberi dorongan tambahan bagi tim.
Musim yang tidak sepenuhnya ideal untuk sang kapten
Lautaro sendiri tidak menjalani musim yang benar-benar sempurna. Ia sempat mengalami cedera dan harus absen dalam beberapa laga penting, meski kontribusinya di lini depan tetap besar saat ia tersedia.
Meski tidak selalu bermain penuh, perannya di tim tetap terasa kuat. Sebagai kapten, Lautaro tidak hanya dipandang dari gol yang ia cetak, tetapi juga dari kemampuannya menjaga semangat tim ketika tekanan meningkat.
Gelar ini menjadi trofi Serie A kedua yang ia raih bersama Inter. Pencapaian itu kembali menegaskan statusnya sebagai salah satu pemain paling berpengaruh di skuad Nerazzurri saat ini.
Inter belum ingin berhenti di sini
Setelah memastikan gelar, Lautaro justru mengingatkan rekan-rekannya agar tidak cepat puas. Ia menilai tim harus terus berkembang dan tetap memiliki rasa lapar untuk mengincar lebih banyak trofi.
“Kami harus terus berkembang dan tetap lapar untuk memenangkan lebih banyak trofi,” ucap Lautaro seusai laga melawan Parma, seperti dikutip dari Football Italia. Pesan itu menegaskan bahwa bagi Inter, Scudetto kali ini bukan garis akhir, melainkan bagian dari perjalanan yang masih panjang.
Source: www.medcom.id






