Demi menjaga keselamatan saat selebrasi Persib berlangsung, Pemerintah Kota Bandung membatasi akses ke Jembatan Penyeberangan Orang di Jalan Asia Afrika. Pembatasan itu disiapkan karena area atas jembatan diperkirakan tidak bisa menampung massa dalam jumlah besar, sementara kawasan sekitarnya juga berpotensi dipadati Bobotoh.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan jembatan tersebut masih terus diuji oleh Dinas Perhubungan. Dari hasil pemeriksaan awal, struktur JPO disebut aman, tetapi penggunaannya tetap tidak akan dibuka bebas untuk umum saat puncak perayaan.
Menurut Farhan, lantai tiga JPO hanya mampu menampung sekitar 50 orang sekaligus. Karena itu, akses ke area atas akan dikontrol ketat agar tidak terjadi penumpukan yang membahayakan pengunjung maupun kondisi bangunan.
Area atas disterilkan
Hasil koordinasi dengan Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan membuat Pemkot Bandung menetapkan area atas JPO sebagai zona yang steril dari masyarakat umum. Kebijakan ini ditempuh bukan hanya demi keselamatan jiwa, tetapi juga untuk melindungi bangunan cagar budaya di kawasan Asia Afrika.
Akses ke bagian atas JPO nantinya hanya disiapkan untuk pemain, ofisial, dan manajemen Persib Bandung. Pembatasan serupa juga diterapkan di area Pendopo Kota Bandung agar kelestarian bangunan bersejarah tetap terjaga.
Persiapan pengamanan di jalur konvoi
Selain mengatur titik selebrasi, Pemkot Bandung juga menyiapkan pengamanan berlapis di sepanjang rute konvoi menuju lokasi perayaan. Pemerintah kota berkoordinasi dengan aparat penegak hukum agar pengawalan berlangsung tertib dan warga tetap merasa aman.
Farhan meminta Bobotoh merayakan kemenangan dengan tertib dan tidak berlebihan. Ia mengingatkan agar pendukung belajar dari insiden usai laga melawan PSM Makassar sebelumnya, ketika ketidaktertiban memicu kecelakaan lalu lintas.
Masih menunggu laga penentu
Meski skema selebrasi sudah disiapkan, Persib belum bisa langsung dirayakan sebagai juara sebelum menjalani laga penentu melawan Persijap Jepara. Farhan menegaskan semua persiapan baru akan dijalankan penuh jika hasil pertandingan benar-benar memastikan gelar.
Ia juga mengingatkan agar pendukung tetap berdoa dan menjaga sikap sebelum pesta kemenangan dimulai. Menurutnya, selebrasi besar tetap bergantung pada hasil akhir di lapangan, sehingga sikap rendah hati perlu dijaga sampai status juara resmi didapatkan.
Source: mediaindonesia.com