Portugal menutup laga uji coba melawan Chile dengan kemenangan 2-1, tetapi hasil itu datang bersama laga yang panas dan dua kartu merah. Duel di Estadio Nacional do Jamor memberi gambaran bahwa A Selecao punya daya serang yang menjanjikan, namun juga masih menyisakan sisi rapuh saat tempo pertandingan naik.
Laga ini menjadi ujian penting untuk mengukur kedalaman skuad Portugal menjelang putaran final Piala Dunia 2026. Mereka memang menguasai jalannya pertandingan sejak awal, tetapi Chile bertahan rapat dan membuat Portugal harus bekerja keras sampai menit akhir.
Portugal memulai dengan tekanan tinggi
Sejak peluit awal, Portugal langsung menekan pertahanan Chile. Ruben Dias sempat mengancam lewat sundulan, tetapi Lawrence Vigoroux masih sigap menjaga gawang tim tamu.
Ancaman lain datang dari kombinasi kreatif di lini depan. Rafael Leao melepaskan tembakan setelah menerima umpan tumit Cristiano Ronaldo, namun bola hanya membentur tiang.
Chile memilih bertahan rapat untuk meredam dominasi tuan rumah. Portugal pun beberapa kali kesulitan menembus blok pertahanan lawan meski terus memegang kendali permainan.
Cristiano Ronaldo sempat membuat publik bersorak pada menit ke-35, tetapi gol itu dianulir karena ia lebih dulu berada dalam posisi offside saat menerima umpan Bruno Fernandes. Portugal juga mencoba membuka skor lewat bola mati, tetapi tendangan bebas Ronaldo masih membentur pagar hidup Chile.
Pertandingan memanas sebelum turun minum
Ketegangan meningkat menjelang akhir babak pertama. Keributan di lapangan berujung pada kartu merah untuk Rafael Leao dari Portugal dan Ivan Roman dari Chile setelah terjadi konfrontasi fisik.
Insiden itu dipicu tekel keras Ivan Roman terhadap Joao Cancelo. Setelah momen tersebut, kedua tim harus melanjutkan laga dengan 10 pemain sejak akhir paruh pertama.
Situasi itu membuat ritme pertandingan berubah. Portugal tetap mencoba mencari celah, sementara Chile berusaha menjaga struktur permainan agar tidak kebobolan lebih dulu.
Perubahan Portugal langsung memberi hasil
Memasuki babak kedua, pergantian dari bangku cadangan langsung terasa dampaknya. Goncalo Guedes masuk menggantikan Cristiano Ronaldo dan hanya butuh 12 menit untuk memecah kebuntuan.
Gol pertama Portugal lahir dari umpan terobosan Ruben Neves ke tengah kotak penalti. Guedes menyelesaikannya dengan sontekan akurat ke sudut bawah gawang untuk membawa timnya unggul 1-0.
Keunggulan itu membuat Portugal tampil lebih percaya diri. Mereka lalu menambah tekanan saat Chile mulai membuka permainan dan memberi lebih banyak ruang di belakang.
Fernandes memastikan jarak, Chile membalas terlambat
Portugal menggandakan keunggulan pada menit ke-75 melalui Bruno Fernandes. Serangan balik cepat dimulai dari umpan Francisco Conceicao kepada Fernandes di luar kotak penalti, lalu gelandang itu menembak terukur dengan kaki kanan.
Lawrence Vigoroux tidak mampu menjangkau bola yang meluncur masuk ke gawang. Portugal pun menjauh 2-0 dan tampak berada di jalur aman untuk menutup laga.
Masih ada peluang tambahan yang bisa memperlebar skor. Joao Felix sempat mengirim bola kepada Pedro Neto, tetapi tembakan Neto melenceng dari sasaran.
Chile baru menemukan gol pada injury time babak kedua melalui Lucas Cepeda. Ia menuntaskan peluang dengan tenang setelah menerima umpan matang, lalu melepaskan tembakan kaki kiri yang meluncur di antara kaki Ruben Neves sebelum bersarang ke gawang Portugal.
Gol itu hanya memperkecil kedudukan menjadi 1-2 dan tidak mengubah hasil akhir. Setelah laga ini, Portugal masih akan menjalani satu uji coba lagi melawan Nigeria pada 10 Juni sebelum memulai kampanye Piala Dunia 2026 melawan Kongo pada laga perdana.
