Selisih Harga BBM Pertamina Makin Lebar, Pertamax Turbo Di Beberapa Daerah Tembus Rp21.650

Pertamax Turbo menjadi salah satu sorotan utama dalam daftar harga BBM Pertamina per 8 Juni 2026 karena nilainya menembus Rp21.650 per liter di sejumlah wilayah. Selisih harga antardaerah ini membuat konsumen perlu melihat lokasi pengisian sebelum menentukan pilihan, terutama untuk BBM nonsubsidi.

Perubahan harga yang berlaku sejak 1 Juni 2026 itu menunjukkan pola berbeda di tiap wilayah Indonesia. Di sisi lain, BBM subsidi masih bertahan di angka lama, dengan Pertalite Rp10.000 per liter dan Biosolar subsidi Rp6.800 per liter pada wilayah yang mencantumkan produk tersebut.

Harga yang paling tinggi ada di beberapa wilayah tertentu

Di kelompok Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Utara, Pertamax Turbo dipatok Rp21.650 per liter. Pada wilayah yang sama, Pertamax berada di Rp12.900 per liter dan Dexlite dijual Rp24.000 per liter.

Pertamina Dex di kelompok wilayah itu juga tercatat tinggi, yaitu Rp25.900 per liter. Komposisi harga tersebut memperlihatkan bahwa beberapa daerah masih memuat tarif yang lebih mahal untuk produk diesel dan bensin nonsubsidi tertentu.

Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara punya pola harga yang lebih seragam

Di DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, dan Jawa Timur, Pertamax dijual Rp12.300 per liter. Pada wilayah yang sama, Pertamax Green 95 berada di Rp12.900 per liter, sedangkan Pertamax Turbo dipatok Rp20.750 per liter.

Selain itu, Pertamax Pertashop di kawasan tersebut tercatat Rp12.200 per liter. Dexlite berada di Rp23.000 per liter, sementara Pertamina Dex dijual Rp24.800 per liter.

Bali dan Nusa Tenggara Barat mengikuti pola harga yang sama dengan Jawa. Pertamax tetap Rp12.300 per liter, Pertamax Turbo Rp20.750 per liter, dan Pertamina Dex berada di Rp24.800 per liter.

Nusa Tenggara Timur mencatat susunan yang sedikit berbeda karena masih menampilkan Biosolar Non-Subsidi. Produk itu dibanderol Rp22.900 per liter, sedangkan Biosolar Subsidi tetap Rp6.800 per liter.

Sumatera, Kalimantan, dan wilayah khusus punya rentang harga berbeda

Aceh, Sumatera Utara, Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, dan Lampung sama-sama mencantumkan Pertamax di Rp12.600 per liter. Di wilayah ini, Pertamax Turbo berada di Rp21.200 per liter dan Pertamina Dex dijual Rp25.350 per liter.

FTZ Batam dan FTZ Sabang menampilkan harga yang lebih rendah untuk beberapa produk tertentu. Di FTZ Batam, Pertamax berada di Rp11.750 per liter dan Pertamax Turbo di Rp19.700 per liter, sedangkan di FTZ Sabang Pertamax dijual Rp11.550 per liter.

Wilayah Sumatera Barat, Riau, dan Kepulauan Riau juga masuk kelompok dengan harga tinggi untuk sejumlah produk. Pertamina Dex di wilayah ini mencapai Rp25.900 per liter, sementara Dexlite berada di Rp24.000 per liter.

Sulawesi, Maluku, Papua, dan kawasan timur tetap mencantumkan harga seragam

Di seluruh wilayah Sulawesi, Pertamax tercatat Rp12.600 per liter dan Pertamax Turbo Rp21.200 per liter. Pertamina Dex di kawasan ini berada di Rp25.350 per liter, sedangkan Dexlite dijual Rp23.500 per liter.

Untuk Maluku dan Maluku Utara, daftar harga yang tercantum mencakup Pertamax, Pertamax Pertashop, Pertalite, Dexlite, dan Biosolar. Pertamax dipatok Rp12.600 per liter, sementara Pertalite tetap Rp10.000 per liter.

Papua dan wilayah administratif di sekitarnya juga menampilkan harga yang relatif seragam. Di Papua, Pertamax Turbo berada di Rp21.200 per liter, sedangkan Papua Barat, Papua Barat Daya, Papua Selatan, Papua Pegunungan, dan Papua Tengah mencantumkan Pertamax di Rp12.600 per liter.

Perbedaan tarif di setiap daerah membuat daftar harga BBM Pertamina perlu dicek lebih teliti sebelum mengisi bahan bakar. Selain kondisi pasokan dan wilayah, pergerakan harga minyak mentah global serta nilai tukar rupiah juga disebut dapat memengaruhi penyesuaian harga nonsubsidi berikutnya.

Source: moladin.com

Berita Terkait