Semaglutide Turunkan 9,21 Kg pada Pasien Skizofrenia Tanpa Gejala Memburuk

Author: Redaksi Android62

Semaglutide menurunkan berat badan rata-rata 9,21 kilogram pada pasien skizofrenia yang mengalami kelebihan berat badan atau obesitas serta prediabetes. Dalam studi selama 30 minggu, penurunan tersebut tidak diikuti perburukan gejala skizofrenia.

Temuan ini penting karena terapi antipsikotik yang menjaga kondisi kejiwaan pada sebagian pasien juga dapat berkaitan dengan kenaikan berat badan dan perubahan metabolisme. Risiko itu dapat meningkatkan kerentanan terhadap diabetes melitus tipe 2 dan penyakit kardiovaskular.

Hasil tersebut berasal dari The HISTORI Randomized Clinical Trial yang dipublikasikan dalam JAMA Psychiatry. Studi ini menilai penggunaan semaglutide pada pasien yang tetap menjalani pengobatan dengan antipsikotik generasi kedua.

Perubahan berat badan dan gula darah

Penelitian melibatkan 154 pasien berusia 18 hingga 60 tahun dengan diagnosis skizofrenia atau gangguan terkait. Seluruh peserta memiliki prediabetes dan mengalami obesitas atau kelebihan berat badan.

Peserta dibagi secara acak untuk menerima semaglutide dosis 1 miligram atau plasebo selama 30 minggu. Terapi antipsikotik tetap dilanjutkan selama periode penelitian.

Kelompok Intervensi Hasil Metabolik
Semaglutide 1 miligram selama 30 minggu Berat badan turun rata-rata 9,21 kg; HbA1c turun 0,46%; 81% mencapai HbA1c normal
Plasebo Plasebo selama 30 minggu 19% peserta mencapai HbA1c normal di bawah 5,7%

Kelompok yang menerima semaglutide juga mencatat penurunan HbA1c sebesar 0,46 persen. HbA1c merupakan indikator yang digunakan untuk melihat pengendalian gula darah dalam jangka waktu tertentu.

Sebanyak 81 persen peserta pada kelompok semaglutide mencapai kadar HbA1c normal, yaitu di bawah 5,7 persen. Pada kelompok plasebo, proporsi peserta dengan hasil serupa hanya 19 persen.

Selain perubahan berat badan dan gula darah, kelompok semaglutide mengalami peningkatan kolesterol HDL serta penurunan trigliserida. Kualitas hidup yang berkaitan dengan kondisi fisik juga dilaporkan membaik.

Kondisi psikiatri tetap stabil

Penanganan gangguan metabolik pada pasien skizofrenia memerlukan perhatian khusus karena kestabilan psikiatri harus tetap terjaga. Studi ini tidak menemukan perburukan gejala skizofrenia maupun penurunan kualitas hidup yang terkait kesehatan mental.

Hasil tersebut tidak berarti semaglutide digunakan sebagai obat untuk skizofrenia. Obat ini dalam penelitian berperan untuk membantu memperbaiki kondisi metabolik pada pasien yang memakai antipsikotik.

CNN Indonesia melaporkan bahwa temuan ini menyoroti kebutuhan perawatan yang memadukan kesehatan jiwa dan kesehatan fisik. Pasien skizofrenia dapat menghadapi persoalan metabolik bersamaan dengan kebutuhan pengobatan psikiatri jangka panjang.

Pemantauan rutin tetap diperlukan

Pengawasan berat badan, gula darah, tekanan darah, dan profil lipid dapat membantu mendeteksi risiko penyakit kronis lebih dini. Penanganan dapat melibatkan psikiater, dokter penyakit dalam atau endokrinolog, ahli gizi, psikolog, serta perawat sesuai kebutuhan pasien.

Di Indonesia, semaglutide dipasarkan Novo Nordisk melalui Ozempic untuk diabetes melitus tipe 2 dan Wegovy untuk manajemen berat badan sesuai indikasi yang disetujui. Kedua produk tersebut merupakan obat resep yang penggunaannya memerlukan penilaian dokter.

Studi ini berlangsung selama 30 minggu dan hanya mencakup kelompok pasien tertentu. Meski demikian, hasilnya memperkuat perhatian terhadap kesehatan metabolik sebagai bagian dari perawatan skizofrenia yang terpadu.

Source: www.cnnindonesia.com
Berita Terbaru