Semeru Masih Siaga, Enam Kali Erupsi Termasuk Luncuran Awan Panas Tertutup Kabut

Author: Redaksi Android62

Gunung Semeru kembali memunculkan ancaman dari aktivitas vulkaniknya saat erupsi pada Jumat malam disertai luncuran awan panas. Kondisi visual yang tertutup kabut membuat kolom abu dari letusan itu tidak teramati, tetapi aktivitas gunung api tertinggi di Jawa Timur ini tetap tercatat jelas oleh petugas.

Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Yadi Yuliandi, menyebut erupsi terjadi pada pukul 18.40 WIB. Rekaman seismogram menunjukkan amplitudo maksimum 22 mm dengan durasi sekitar 5 menit 15 detik.

Dalam pemantauan sepanjang hari itu, Semeru tercatat erupsi sebanyak enam kali sejak pukul 06.44 WIB hingga 18.40 WIB. Letusan yang terjadi paling akhir menjadi perhatian karena disertai awan panas, meski jarak luncurnya belum bisa dipastikan akibat pandangan ke puncak tertutup kabut.

Gunung setinggi 3.676 meter di atas permukaan laut yang berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang itu masih berstatus Level III atau Siaga. Status tersebut membuat sejumlah pembatasan aktivitas di kawasan rawan tetap diberlakukan untuk mengurangi risiko bagi warga dan pendaki.

Masyarakat diminta tidak beraktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga sejauh 13 kilometer dari puncak atau pusat erupsi. Di luar jarak itu, aktivitas juga tidak disarankan dalam radius 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan.

Larangan tersebut berkaitan dengan potensi perluasan awan panas dan aliran lahar yang disebut dapat mencapai jarak 17 kilometer dari puncak. Karena itu, kawasan sepanjang aliran sungai di lereng Semeru tetap menjadi titik yang harus diwaspadai dengan serius.

Selain ancaman awan panas, warga juga diminta menjauhi radius 5 kilometer dari kawah atau puncak Semeru. Area itu dinilai rawan terhadap lontaran batu pijar ketika aktivitas vulkanik meningkat.

Waspada juga diperlukan di sepanjang aliran sungai atau lembah yang berhulu di puncak Semeru. Wilayah yang masuk perhatian meliputi Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, termasuk sungai-sungai kecil yang menjadi anak sungai dari Besuk Kobokan.

Kondisi ini menunjukkan Semeru masih sangat dinamis dan berpotensi berubah sewaktu-waktu. Dengan kabut yang menutup kolom abu serta awan panas yang ikut muncul dalam erupsi terakhir, pemantauan ketat tetap menjadi hal utama di kawasan lereng dan aliran sungai sekitarnya.

Source: jatim.antaranews.com
Redaksi Android62
Redaksi Android62

Android62.com menghadirkan berita dari beragam sumber dengan penyajian unik, ringkas, dan informatif untuk pembaca modern.

Newsletter Text above the Email input field
Follow Us
Berita Terbaru