Seni Merayu Tuhan Diposisikan Sebagai Ruang Refleksi, Bukan Sekadar Film Religi

Seni Merayu Tuhan diproyeksikan hadir sebagai film yang mendorong penonton melihat ke dalam diri, bukan hanya menerima pesan keagamaan secara satu arah. Film adaptasi buku karya Habib Jafar itu disebut ingin membuka ruang tafsir yang lebih luas bagi penonton dari berbagai latar belakang.

Teuku Ryzki, yang memerankan tokoh Hotib, menegaskan bahwa tim produksi tidak ingin karya ini berhenti pada label film religi. Ia menyebut makna yang dibawa film tersebut jauh lebih luas daripada sekadar kategori yang mudah ditempelkan pada cerita bertema spiritual.

“Harapan kami, film ini tidak hanya dipandang sebagai film religi. Film ini memiliki makna yang lebih luas daripada itu,” ujar Teuku Ryzki pada Senin (15/7).

Pendekatan Cerita Dibuat Hangat dan Mudah Dekat dengan Penonton

Alur film ini tidak dibangun seperti ceramah langsung. Cerita menempatkan dinamika hidup para tokohnya sebagai pintu masuk untuk menyampaikan pesan yang lebih dekat dengan pengalaman sehari-hari.

Teuku Ryzki menjelaskan bahwa film ini ingin mengajak penonton melakukan refleksi diri dan menemukan kembali jati diri melalui perjalanan yang hangat, seru, dan penuh humor. Ia berharap pengalaman menonton itu membuat penonton pulang dengan pemahaman yang lebih baik tentang dirinya sendiri.

“Kami ingin mengajak penonton melakukan refleksi diri dan menemukan kembali jati diri melalui perjalanan yang hangat, seru, dan penuh humor. Mudah-mudahan setelah menonton, kita bisa lebih mengenal diri sendiri,” tambahnya.

Berangkat dari Kegelisahan Anak Muda

Menurut produser Aristo, film ini lahir dari kegelisahan melihat generasi muda yang kehilangan ruang untuk mencari makna hidup. Ia menilai dialog dan pemahaman perlu diutamakan, bukan sekadar teguran kepada anak muda.

Alvi, pemeran karakter Hikmah, juga melihat film ini dekat dengan realitas anak muda saat ini. Baginya, karakter-karakter di dalam cerita merepresentasikan kebutuhan generasi muda untuk dirangkul dan dihormati dalam proses pencarian jati diri.

NamaPeranPandangan Utama
Teuku RyzkiPemeran HotibFilm ini bukan hanya religi, tetapi ruang refleksi diri yang hangat dan penuh humor.
AristoProduserFilm lahir dari kegelisahan soal anak muda yang butuh ruang mencari makna hidup.
AlviPemeran HikmahKarakter-karakternya dekat dengan realitas anak muda dan kebutuhan untuk dirangkul.

Film ini dijadwalkan tayang serentak di bioskop Indonesia mulai 13 Agustus 2026. Dengan tema pencarian makna dan proses berdamai dengan diri sendiri, Seni Merayu Tuhan diharapkan relevan untuk penonton lintas latar belakang.

Saat dirilis pada pertengahan Agustus mendatang, film ini membawa harapan agar penonton tidak hanya melihat cerita di layar. Yang lebih penting, film ini ingin meninggalkan ruang renung yang tetap terasa setelah lampu bioskop menyala kembali.

Source: mediaindonesia.com
Berita Terkait