Mengatasi bau apek pada sepatu ternyata tidak selalu harus mengandalkan produk khusus. Ada sejumlah langkah sederhana yang bisa dilakukan di rumah untuk membantu menyerap bau, mengurangi kelembaban, dan menjaga sepatu tetap nyaman dipakai lebih lama.
Salah satu cara yang cukup praktis adalah memanfaatkan bahan yang sudah ada di rumah, seperti teh celup kering, bubuk kopi, dan baking soda. Ketiganya dapat digunakan sebagai penyerap aroma tak sedap, selama dipakai dengan cara yang tepat dan dibiarkan semalaman di dalam sepatu.
Teh celup kering untuk membantu menyerap bau
Kantong teh celup kering bisa dimasukkan ke dalam sepatu untuk membantu mengurangi aroma tidak sedap. Kandungan tanin pada daun teh disebut mampu membantu melawan bakteri dan jamur, sekaligus menjaga kelembaban di bagian dalam sepatu.
Teh celup yang sudah pernah digunakan juga masih dapat dipakai kembali, asalkan sudah dikeringkan terlebih dahulu. Setelah dimasukkan, kantong teh cukup dibiarkan semalaman agar proses penyerapannya bekerja lebih maksimal.
Bubuk kopi sebagai penetral aroma
Bubuk kopi juga dapat menjadi pilihan praktis untuk meredam bau apek. Bahan ini mengandung nitrogen yang membantu menetralkan aroma tidak sedap dan memberi efek wangi kopi yang cukup kuat.
Agar tidak berceceran di dalam sepatu, bubuk kopi sebaiknya dibungkus tisu terlebih dahulu sebelum dimasukkan. Takaran satu sendok makan untuk tiap sepatu sudah cukup untuk dicoba, lalu sepatu didiamkan semalaman supaya hasilnya lebih optimal.
Baking soda bantu menyerap bau dan lembab
Soda kue atau baking soda dikenal mampu membantu menyegarkan aroma di dalam sepatu. Kandungan natrium bikarbonat di dalamnya dapat menetralkan asam penyebab bau tak sedap sekaligus menyerap udara lembab.
Cara pakainya juga sederhana, yaitu menggunakan satu sampai dua sendok makan baking soda lalu membungkusnya dengan tisu sebelum dimasukkan ke sepatu. Langkah ini membuat bubuknya lebih mudah dibersihkan keesokan hari.
Pencucian rutin tetap penting
Selain memakai bahan penyerap bau, sepatu tetap perlu dicuci secara berkala. Kebiasaan ini membantu mencegah bau menumpuk dan menjaga tampilan sepatu tetap bersih.
Pencucian sebaiknya menggunakan deterjen khusus sepatu dan sikat lembut agar bahan tidak cepat rusak. Setelah dibilas, sepatu perlu diletakkan di ruang terbuka dengan sirkulasi udara yang lancar.
Pengeringan dan kaus kaki ikut berpengaruh
Sinar matahari pagi selama satu atau dua jam bisa membantu mempercepat pengeringan sepatu. Panasnya dapat membantu membunuh bakteri dan jamur, tetapi penjemuran siang hari dalam waktu lama sebaiknya dihindari karena bisa memudarkan warna sepatu.
Kaus kaki juga punya peran besar dalam menjaga sepatu tetap segar. Jika kaus kaki menyimpan keringat atau bau, aroma itu dapat ikut mengendap di dalam sepatu dan membuat masalah bau muncul lebih cepat.
Saat kaki banyak berkeringat, kaus kaki perlu segera diganti dan dicuci. Dalam kondisi seperti ini, penggantian harian menjadi pilihan yang disarankan, sementara kaus kaki umumnya perlu diganti setelah digunakan selama satu atau dua musim, tergantung intensitas pemakaian dan aktivitas.
Patokan lain yang disebut Wright Sock adalah tidak lebih dari 50 kali pencucian atau ketika kaus kaki mulai berlubang. Menggabungkan kebiasaan menjaga kaus kaki, membersihkan sepatu, dan memakai bahan penyerap bau dapat membantu hasil yang lebih konsisten.
