Sedikitnya 10 orang tewas dalam penembakan brutal di Kota Tehuitzingo, Negara Bagian Puebla, Meksiko. Seluruh korban ditemukan di dalam sebuah rumah dengan luka tembak, sementara seorang perempuan lain dilaporkan meninggal saat dibawa ke rumah sakit.
Pemerintah setempat menyebut para korban terdiri dari enam pria, tiga perempuan, dan satu anak di bawah umur. Warga lebih dulu melaporkan suara letusan senjata kepada polisi sebelum aparat menemukan para korban dalam kondisi bersimbah darah.
Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 01.55 dini hari waktu setempat. Media lokal melaporkan warga sekitar mendengar rentetan tembakan, lalu suasana langsung berubah panik.
Kantor Kejaksaan Puebla menyebut polisi bergerak ke lokasi setelah menerima laporan dari warga yang melihat beberapa orang diduga sudah tidak bernyawa. Saat petugas tiba, kondisi di dalam rumah menunjukkan adanya serangan bersenjata yang mematikan.
Hingga kini, identitas pelaku belum diungkap. Motif penyerangan juga belum dijelaskan oleh pihak berwenang.
Pemerintah Puebla mengatakan penyelidikan besar-besaran sudah dimulai. Garda Nasional, kejaksaan negara bagian, polisi lokal, dan unit intelijen keamanan ikut dilibatkan dalam penanganan kasus ini.
Meski begitu, belum ada tersangka yang ditangkap. Aparat juga belum memastikan apakah serangan tersebut berkaitan dengan konflik kelompok bersenjata tertentu.
Kasus ini kembali menyoroti masalah keamanan yang masih membayangi sejumlah wilayah di Meksiko. Kekerasan bersenjata di berbagai daerah terus menjadi perhatian karena serangan serupa masih terjadi di tengah upaya pemerintah menekan kejahatan terorganisasi.
Sorotan publik makin besar karena tragedi ini muncul saat Meksiko bersiap menjadi salah satu tuan rumah Piala Dunia 2026 bersama Amerika Serikat dan Kanada. Turnamen itu dijadwalkan dimulai pada 11 Juni.
Presiden Claudia Sheinbaum sebelumnya menjanjikan pengamanan besar-besaran dengan mengerahkan sekitar 100 ribu personel keamanan untuk menjaga ajang tersebut. Namun, rangkaian kekerasan dalam beberapa bulan terakhir memunculkan kembali pertanyaan soal kesiapan keamanan di lapangan.
Pada April lalu, seorang turis asal Kanada juga tewas ditembak di kawasan wisata bersejarah Teotihuacan dekat Mexico City. Insiden itu ikut memperkuat kekhawatiran atas situasi keamanan menjelang turnamen besar tersebut.
Meksiko sendiri masih bergulat dengan kekerasan kartel narkoba yang sudah berlangsung selama bertahun-tahun. Isu ini kembali mencuat setelah pasukan keamanan Meksiko menewaskan pemimpin kartel CJNG, Nemesio Oseguera Cervantes alias El Mencho, pada Februari lalu.
Tragedi di Puebla pun menambah daftar insiden yang memperlihatkan rapuhnya rasa aman di ruang publik. Di tengah tekanan untuk menjaga stabilitas keamanan, aparat kini dituntut segera mengungkap pelaku dan motif di balik pembunuhan brutal itu.
