600 Kader ‘Aisyiyah Jateng Tak Hanya Berkumpul, Tapi Juga Turun ke 5 Desa

Author: Redaksi Android62

Sekitar 600 peserta dari 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah akan turun ke lima desa dalam Jambore Milad ke-109 ‘Aisyiyah dan Hari Keluarga Nasional 2026. Kegiatan ini dirancang bukan sekadar menjadi ajang konsolidasi kader, tetapi juga kerja lapangan untuk menghimpun data sosial yang akan dirumuskan menjadi White Paper kebijakan.

Langkah tersebut membuat jambore yang digelar Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah Jawa Tengah itu menonjol karena langsung menyentuh persoalan keluarga dan desa. Hasil pendataan diarahkan untuk memperkuat Qaryah Thayyibah, ketahanan pangan, pencegahan stunting, dan pengentasan kemiskinan ekstrem.

Turun ke bawah jadi inti kegiatan

Pada hari kedua, peserta akan bersilaturahmi dengan warga, melakukan pendataan keluarga, mengamati potensi desa, serta mengidentifikasi persoalan stunting dan kemiskinan ekstrem. Setelah itu, mereka juga dijadwalkan berdialog dengan pemerintah desa dan tokoh masyarakat setempat.

Ketua Panitia Amiroh menyampaikan bahwa hasil turba akan disusun menjadi White Paper yang memuat potensi, tantangan, rekomendasi program, dan strategi penguatan Qaryah Thayyibah. Dokumen tersebut disiapkan sebagai bahan advokasi dan rekomendasi bagi pemerintah maupun pemangku kepentingan di tingkat desa, kecamatan, hingga kabupaten.

Menurut panitia, arah akhirnya adalah program pemberdayaan yang lebih tepat sasaran, kolaboratif, dan berkelanjutan. Dengan begitu, kerja kader tidak berhenti di kegiatan seremoni, tetapi berlanjut menjadi dasar kebijakan yang bisa dipakai di lapangan.

Forum besar dengan agenda keluarga dan pangan

Kegiatan akan berlangsung pada Sabtu-Ahad, 27–28/6/2026, di Wonder Park Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Tema yang diusung ialah “Memperkokoh Dakwah Kemanusiaan untuk Mewujudkan Perdamaian melalui Penguatan Qaryah Thayyibah, Ketahanan Pangan, dan Pencegahan Stunting serta Kemiskinan Ekstrem”.

Ketua PWA Jawa Tengah Eny Winaryati menilai peringatan Milad ke-109 ‘Aisyiyah yang bertepatan dengan Hari Keluarga Nasional menjadi momentum strategis untuk memperkuat peran perempuan. Ia menekankan pentingnya keluarga tangguh, masyarakat berdaya, dan bangsa yang berkemajuan.

Eny juga menegaskan bahwa dakwah kemanusiaan ‘Aisyiyah tidak hanya hadir lewat pengajian dan pendidikan. Menurut dia, dakwah itu juga diwujudkan melalui pemberdayaan masyarakat, penguatan keluarga, dan upaya membangun kehidupan yang sehat serta damai.

Tokoh nasional dan lintas unsur direncanakan hadir

Pembukaan kegiatan dijadwalkan dihadiri Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Menko Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN RI Wihaji, Ketua BAZNAS RI Sodik Mudjahid, serta Ketua BAZNAS Jawa Tengah KH Ahmad Daroji. Kehadiran mereka memperkuat arah forum yang memadukan isu keluarga, pangan, dan pemberdayaan sosial.

Hadir pula Ketua Umum BKOW Jawa Tengah Nawal Arafah Yasin dan Ketua Majelis Tabligh PP ‘Aisyiyah Casmini. Dalam forum itu, peserta akan memperoleh penguatan wawasan tentang pembangunan keluarga berkualitas, strategi ketahanan pangan, pencegahan stunting, penguatan dakwah komunitas, serta optimalisasi zakat, infak, dan sedekah untuk mendukung Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting atau GENTING.

Peserta jambore tidak hanya berasal dari unsur pimpinan wilayah dan daerah. Kegiatan ini juga akan diikuti Korps Muballighat, Mualaf Center ‘Aisyiyah, serta unsur majelis dan lembaga yang selama ini terlibat dalam berbagai program pemberdayaan masyarakat.

Sedikitnya 10 unsur organisasi di lingkungan ‘Aisyiyah akan berkolaborasi dalam kegiatan tersebut. Kolaborasi lintas majelis, lembaga, dan Badan Pembantu Pimpinan diarahkan agar program yang disajikan saling terhubung dan memberi dampak langsung bagi masyarakat.

Ruang apresiasi untuk praktik baik

Selain konsolidasi dan turba, panitia juga menyiapkan ajang apresiasi praktik baik atau best practice. Kategori yang disorot meliputi Program Qaryah Thayyibah, Dakwah Digital, Dakwah Komunitas, dan Role Play Biro Konsultasi Keluarga Sakinah.

Ajang ini diharapkan menjadi ruang berbagi pengalaman antardaerah sekaligus membuka peluang replikasi program unggulan ‘Aisyiyah di Jawa Tengah. Melalui format tersebut, hasil kerja kader tidak berhenti sebagai cerita keberhasilan lokal, tetapi dapat diperluas menjadi model gerakan yang lebih luas.

Dengan rancangan itu, Jambore Milad ke-109 menjadi penanda bahwa dakwah ‘Aisyiyah Jawa Tengah diarahkan semakin dekat dengan kebutuhan warga. Fokusnya tetap pada penguatan keluarga, ketahanan pangan, dan gerakan berbasis komunitas untuk mewujudkan masyarakat yang sehat, sejahtera, berkeadilan, dan berkemajuan.

Source: suaraaisyiyah.id
Berita Terbaru