Serena Williams resmi menulis babak baru dalam kariernya saat kembali tampil di tur WTA melalui nomor ganda di HSBC Championships, Queen’s Club, London. Pada usia 44 tahun, ia juga mencatat rekor sebagai mantan petenis peringkat 1 dunia tertua yang kembali bermain setelah sempat menyatakan pensiun.
Kembalinya Serena langsung menarik perhatian karena ia tidak turun di nomor tunggal. Ia justru tampil berpasangan dengan petenis muda Kanada, Victoria Mboko, lewat fasilitas wild card yang membuat dua generasi petenis bertemu dalam satu lapangan.
Bagi Serena, Queen’s Club menjadi tempat yang tepat untuk membuka fase berikutnya. Dalam pernyataan yang dikutip WTA, ia menyebut lapangan rumput punya arti khusus karena menghadirkan banyak momen berkesan sepanjang perjalanan profesionalnya.
Ia juga senang bisa kembali bertanding di salah satu panggung paling ikonik dalam olahraga. Penampilan ini menjadi penanda penting setelah ia cukup lama absen dari tur kompetitif.
Ada pula nilai tersendiri dari pilihan turnamen ini. Queen’s Club belum pernah dijajal Serena sepanjang kariernya, sementara ajang tersebut baru kembali masuk kalender WTA pada 2025 setelah absen lebih dari setengah abad.
Kehadiran Victoria Mboko menambah warna pada comeback itu. Mboko mengaku tetap berkomunikasi dengan Serena selama masa rehat sang legenda dan menyebut dukungan tersebut sangat berarti baginya.
Saat ditemui di Roland Garros pekan lalu, Mboko mengatakan bahwa tetap terhubung dengan Serena terasa sangat menyenangkan karena ia sangat mengaguminya. Baginya, fakta bahwa Serena mengenalnya saja sudah menjadi kebahagiaan tersendiri.
Kolaborasi ini mempertemukan pengalaman panjang Serena dengan energi petenis muda yang sedang naik daun. Serena datang sebagai ikon tenis dunia, sementara Mboko membawa status sebagai talenta internasional yang tengah berkembang.
Laga pertama mereka di Queen’s Club pun tidak ringan. Serena dan Mboko langsung dijadwalkan menghadapi unggulan ketiga, Nicole Melichar-Martinez dan Erin Routliffe.
Perhatian publik terhadap partisipasi Serena juga dipicu oleh lamanya ia absen dari turnamen profesional. Penampilan kompetitif terakhirnya terjadi di US Open 2022 di Stadion Arthur Ashe.
Dalam turnamen itu, Serena sempat menyingkirkan Danka Kovinic dan unggulan kedua Anett Kontaveit sebelum kalah dari Ajla Tomljanovic pada babak ketiga lewat pertarungan tiga set 7-5, 6-7(4), 6-1.
Reputasi Serena di nomor ganda sendiri tetap sangat kuat. Ia mengoleksi 22 gelar ganda bersama Venus Williams, termasuk catatan sempurna 14-0 di final Grand Slam.
Kini, 31 tahun setelah debut profesionalnya di Quebec City saat berusia 14 tahun, Serena kembali membuka lembaran baru dalam perjalanan yang sudah membentuk wajah tenis modern. Kehadirannya di Queen’s Club bersama Victoria Mboko mempertemukan pengalaman, sejarah, dan regenerasi dalam satu panggung yang sama.
Source: www.viva.co.id






