Sertifikasi Gratis Menanti Peserta Magang Nasional, Bekal Resmi Masuk Dunia Kerja

Author: Redaksi Android62

Peserta Magang Nasional 2025 Tahap I didorong untuk tidak berhenti pada pengalaman kerja semata. Setelah program selesai, mereka diarahkan melanjutkan penguatan kemampuan lewat sertifikasi kompetensi agar keterampilan yang sudah dibangun di tempat magang memperoleh pengakuan resmi.

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menilai sertifikasi bukan sekadar pelengkap administrasi, melainkan bagian lanjutan dari proses pemagangan. Dengan adanya pengakuan formal, bekal yang dibawa peserta ke pasar kerja menjadi lebih kuat dan lebih terukur.

Pengakuan resmi atas keterampilan

Yassierli menekankan bahwa hubungan Kemnaker dengan peserta magang tidak berakhir ketika masa pemagangan usai. Peserta yang memenuhi syarat akan diarahkan mengikuti sertifikasi kompetensi melalui kerja sama dengan Badan Nasional Sertifikasi Profesi atau BNSP.

Skema ini dirancang agar kemampuan yang diperoleh selama bekerja tidak hanya dinilai dari pengalaman lapangan. Melalui uji kompetensi, keterampilan peserta juga diukur dengan standar yang lebih formal dan diakui secara resmi.

Menaker juga meminta peserta mempersiapkan diri dengan belajar terlebih dahulu sebelum mengikuti uji kompetensi. Pelaksanaan uji itu direncanakan berlangsung di balai pelatihan Kemnaker atau di Lembaga Sertifikasi Profesi yang bermitra dengan BNSP.

Nilai tambah saat memasuki dunia kerja

Bagi pencari kerja muda, sertifikat kompetensi bisa menjadi pembeda ketika bersaing di pasar kerja. Koordinator Nasional Program Pemagangan Lulusan Perguruan Tinggi sekaligus Kepala Barenbang Kemnaker, Anwar Sanusi, menyebut sertifikat tersebut dapat menjadi modal tambahan untuk menata karier ke depan.

Anwar mengatakan proses sertifikasi akan dimulai pada awal Mei 2026. Ia juga berharap seluruh peserta Magang Nasional Tahap I dapat ikut dalam program sertifikasi gratis itu.

Kehadiran sertifikasi tanpa biaya tambahan memberi kesempatan yang lebih luas bagi peserta. Dalam situasi persaingan kerja yang ketat, dokumen kompetensi sering menjadi nilai penting di tengah pelamar dengan pengalaman yang serupa.

Akses kerja juga diperluas lewat platform digital

Selain mendorong sertifikasi, Kemnaker juga memperkuat akses pencarian kerja melalui platform SiapKerja. Salah satu fitur yang disorot adalah KarirHub, yang memuat informasi lowongan kerja dari berbagai sektor.

Yassierli menyampaikan bahwa Kemnaker terus mengintegrasikan SiapKerja dengan portal swasta. Langkah itu dilakukan agar lowongan dari dalam maupun luar negeri bisa terkonsolidasi dalam satu platform yang lebih mudah digunakan.

Peserta Magang Nasional didorong memanfaatkan KarirHub untuk mencari peluang kerja yang sesuai dengan kemampuan yang sudah ditempa selama magang. Dengan begitu, pengalaman di tempat kerja tidak berhenti sebagai proses belajar, tetapi berlanjut menjadi jembatan menuju pekerjaan yang lebih konkret.

Peran dunia usaha ikut dibutuhkan

Di sisi lain, Kemnaker juga mendorong perusahaan agar lebih aktif membuka lowongan kerja. Dorongan ini dinilai penting supaya akses kerja makin luas bagi pencari kerja, termasuk lulusan program magang.

Pembentukan tenaga kerja yang siap pakai tidak hanya bergantung pada peserta magang. Dibutuhkan ekosistem yang mendukung, mulai dari pelatihan, sertifikasi, sampai kesempatan kerja yang benar-benar tersedia di pasar.

Dalam kerangka itu, sertifikasi kompetensi menjadi tahap lanjutan yang memperkuat hasil pemagangan. Peserta tidak hanya membawa pengalaman praktik, tetapi juga bukti formal atas keterampilan yang telah ditempa langsung di lingkungan kerja.

Source: jatim.antaranews.com
Berita Terbaru