Shefira Lulus 7 Semester, Kunci Tanggung Jawab di Balik Deretan Prestasi Internasional

Shefira Salvabila Safitri, S Pd, menyelesaikan S1 Pendidikan Matematika di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Malang hanya dalam 7 semester. Ia juga meraih predikat Wisudawan Berprestasi Nonakademik dengan IPK 3,82.

Yang membuat namanya menonjol bukan hanya masa studi yang singkat, tetapi juga deretan prestasi internasional yang berhasil ia bawa pulang selama kuliah. Berdasarkan keterangan dari laman kampus dan pemberitaan detik.com, Shefira aktif mengikuti berbagai ajang lintas bidang dan berhasil naik podium di level internasional.

Deretan Prestasi Internasional Shefira

TahunAjangHasil
2025International Mathematics Conference and Its ApplicationGold Medalist Outstanding Presenter Award
2024International Business Plan CompetitionBronze Medal kategori Food and Beverage
2023Arau International Creativity, Perlis, MalaysiaGold Medal

Di balik capaian itu, Shefira menempatkan rasa tanggung jawab kepada orang tua sebagai dorongan utama. Ia menilai keberhasilan yang diraihnya merupakan bentuk bakti yang ingin ia tunjukkan melalui hasil belajar dan kompetisi.

4 Cara Shefira Menjaga Kuliah dan Lomba Tetap Seimbang

1. Memahami Tanggung Jawab

Shefira menyebut kesadaran akan tanggung jawab menjadi tenaga pendorong penting selama kuliah. Ia merasa senang atas pencapaiannya, sekaligus memaknainya sebagai bentuk tanggung jawab kepada orang tua.

2. Menyusun Perencanaan yang Terstruktur

Untuk membagi waktu antara tugas akademik dan persiapan lomba, ia menerapkan perencanaan yang terstruktur. Cara ini membantunya menuntaskan kewajiban tanpa mengorbankan kualitas belajar maupun kesiapan menghadapi kompetisi.

3. Memahami Nilai Kompetisi

Menurut Shefira, kompetisi internasional bukan sekadar ajang menang atau kalah. Ia melihatnya sebagai ruang belajar untuk memperluas perspektif, melatih berpikir kritis, komunikasi, dan kepemimpinan.

Ia juga menilai pengalaman tampil sebagai wakil UM di Malaysia membuatnya belajar bersaing sambil bertukar wawasan dengan mahasiswa dari negara dan budaya berbeda. Dari pengalaman itu, ia merasa lebih percaya diri membangun jejaring di level global.

4. Memanfaatkan Dukungan Kampus

Shefira menekankan pentingnya memanfaatkan program pengembangan diri yang disediakan kampus, baik di bidang akademik maupun nonakademik. Ia berharap mahasiswa berani keluar dari zona nyaman untuk mengembangkan potensi dan membawa nama kampus ke ajang nasional maupun internasional.

Shefira juga mengingatkan bahwa kegagalan bukan akhir dari proses. “Kita harus berani mencoba, karena saya dulu juga pernah gagal. Dari kegagalan itu kita bisa belajar banyak hal dan mencapai kesuksesan di masa yang akan datang,” ucapnya.

Selama mengikuti berbagai kompetisi, ia mendapat fasilitas pendanaan, pembinaan, dan pendampingan dari kampus. Dukungan itu termasuk dari dosen Departmen Matematika UM, Dr Imam Rofiki, yang disebutnya memberi motivasi sejak awal masa perkuliahan.

Berita Terkait