SIKS NG Masih Kosong untuk Pencairan Bansos Mei 2026, Kemensos Tegaskan Tak Ada Pemotongan

Data penyaluran bantuan sosial periode Mei 2026 belum menunjukkan tanda pencairan tahap kedua yang ramai disebut di media sosial. Kementerian Sosial menegaskan bahwa instruksi transfer untuk Program Keluarga Harapan dan Bantuan Pangan Non Tunai belum muncul di SIKS NG.

Penjelasan itu sekaligus membantah kabar yang menyebut pencairan bansos sudah berlangsung pada Minggu, 3 Mei 2026. Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menyebut informasi tersebut menyesatkan dan berpotensi masuk kategori penipuan.

Belum ada instruksi transfer di sistem

Kemensos menyebut Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial Next Generation atau SIKS NG belum menampilkan perintah pencairan dana untuk periode Mei 2026. Karena itu, klaim bahwa tahap dua sudah cair belum sesuai dengan data yang tersedia.

Kondisi tersebut juga membuat anggapan soal pencairan diam-diam tidak terbukti. Dari sisi teknis, dana memang belum masuk ke tahap transfer yang bisa dilihat pada sistem.

Bank penyalur juga belum memproses saldo

Keterangan dari bank penyalur ikut memperkuat belum adanya pencairan. Hingga awal Mei 2026, BRI, BNI, Mandiri, dan BSI disebut belum memproses transfer saldo ke rekening KKS penerima manfaat.

Artinya, kabar yang beredar tentang bansos tahap dua yang sudah cair belum didukung proses penyaluran di bank. Dengan situasi itu, informasi yang tersebar di media sosial tidak sejalan dengan kondisi lapangan yang disampaikan Kemensos.

Isu pemotongan dan pengalihan anggaran dibantah

Selain soal jadwal pencairan, Kemensos juga menepis isu lain yang ikut memicu keresahan. Saifullah Yusuf menegaskan tidak ada pengalihan anggaran bansos ke program lain dan tidak ada pemangkasan nilai bantuan yang diterima masyarakat.

Pernyataan ini penting karena isu pengurangan penerima maupun pemotongan nominal sering menimbulkan kekhawatiran. Kemensos memastikan hak warga yang memenuhi kriteria tetap menjadi perhatian utama.

Waspada narasi palsu yang memanfaatkan bansos

Kemensos menyoroti pola penyebaran informasi keliru yang memanfaatkan tema bantuan sosial. Salah satu yang disebut adalah penggunaan struk penarikan saldo lama, lalu dipasang sebagai bukti pencairan bansos terbaru tahun 2026.

Gus Ipul juga mengingatkan masyarakat agar berhati-hati jika ada pihak yang meminta NIK, nomor Kartu Keluarga Sejahtera, transfer uang, atau tautan yang tidak jelas. Peringatan itu disampaikan agar warga tidak menjadi korban penipuan berkedok bantuan sosial.

Saluran resmi disiapkan untuk verifikasi

Untuk mengecek informasi yang beredar, publik diminta memakai kanal resmi yang disediakan Kemensos. Masyarakat juga bisa melapor jika menemukan dugaan hoaks atau ingin bertanya soal bansos, Sekolah Rakyat, maupun program Kemensos lainnya.

Kementerian Sosial menyediakan pusat panggilan di 021 171 dan layanan WhatsApp di 08877 171 171. Dua kanal itu disiapkan agar warga memiliki jalur verifikasi yang jelas sebelum mempercayai informasi pencairan bantuan sosial.

Berita Terkait