Bantuan untuk rumah tidak layak huni ikut mewarnai kegiatan halalbihalal Keluarga Besar TNI di Jawa Barat. Dalam agenda yang berlangsung di Kota Bandung itu, dukungan rutilahu senilai Rp25 juta diserahkan secara simbolis kepada pihak yang membutuhkan.
Momentum silaturahmi tersebut tidak berhenti pada temu kebersamaan. Di tengah suasana Syawal, keluarga besar TNI di Jawa Barat juga melihat langsung adanya anggota lingkungan internal yang masih tinggal di rumah tidak layak huni.
Silaturahmi yang Diiringi Kepedulian Sosial
Ketua Pemuda Panca Marga Jawa Barat, MQ Iswara, mengatakan kegiatan itu digelar bersama unsur keluarga besar TNI. Hadir dalam kesempatan tersebut para veteran, PEPABRI, PPM, FKPPI, dan HIPAKAD.
Iswara menilai halalbihalal tidak semestinya hanya menjadi acara seremonial. Ia menekankan bahwa kebersamaan dalam keluarga besar TNI perlu berlanjut pada langkah yang memberi manfaat langsung bagi anggota yang masih menghadapi persoalan dasar.
“Alhamdulillah, hari ini masih dalam bulan Syawal, di hari yang baik, hari Jumat, kami melaksanakan silaturahmi halalbihalal keluarga besar TNI,” ujar Iswara seusai kegiatan di Bandung.
Rutilahu Rp25 Juta Diserahkan Secara Simbolis
Di sela kegiatan, perhatian panitia tertuju pada masih adanya anggota keluarga besar TNI yang belum memiliki tempat tinggal layak. Kondisi itu kemudian mendorong penyaluran bantuan rutilahu sebagai bentuk respons konkret.
Bantuan yang diserahkan bernilai Rp25 juta dan diberikan secara simbolis. Nilai tersebut ditujukan untuk membantu perbaikan rumah agar penerima memperoleh hunian yang lebih aman dan layak ditempati.
- Kegiatan berlangsung dalam halalbihalal keluarga besar TNI di Bandung.
- Unsur yang hadir meliputi veteran, PEPABRI, PPM, FKPPI, dan HIPAKAD.
- Bantuan yang disalurkan berupa rutilahu.
- Nilai bantuan mencapai Rp25 juta.
- Tujuannya memperkuat silaturahmi sekaligus membantu pihak yang membutuhkan.
Perhatian pada Rumah Layak Huni
Isu rumah layak huni tetap menjadi perhatian karena berkaitan langsung dengan kenyamanan, keamanan, dan kualitas hidup keluarga. Dalam konteks keluarga besar TNI, bantuan seperti ini menunjukkan bahwa solidaritas dapat diwujudkan melalui langkah yang menyentuh kebutuhan paling mendasar.
Di Jawa Barat, jaringan keluarga besar TNI juga menjadi modal sosial untuk menggerakkan aksi kemanusiaan yang lebih terarah. Keberadaan Pangdam III Siliwangi dalam agenda tersebut menandai bahwa upaya semacam ini mendapat ruang dalam lingkaran kebersamaan yang lebih luas.
Bagi penerima, bantuan rutilahu diharapkan dapat meringankan beban perbaikan rumah dan menghadirkan rasa aman dalam aktivitas harian. Dalam suasana Syawal, kegiatan di Bandung itu memperlihatkan bahwa silaturahmi dan kepedulian sosial bisa berjalan berdampingan dalam satu agenda yang sama.
Source: jabar.jpnn.com






