Sisa nasi dapat dimanfaatkan sebagai sumber nutrisi tambahan bagi tanaman, alih-alih langsung dibuang bersama sampah rumah tangga. Bahan dapur ini bisa diolah menjadi pupuk organik padat maupun pupuk organik cair atau POC.
Kompos dari nasi sisa mengandung nitrogen dan karbohidrat yang relatif mudah terurai. Kandungan nitrogen, fosfor, dan kalium di dalamnya disebut dapat membantu menyuburkan daun, merangsang pembungaan, serta menguatkan akar.
Pemanfaatan nasi sisa juga dapat menjadi pilihan untuk mengurangi volume limbah organik di rumah. Setelah terurai, bahan tersebut dapat memberi tambahan unsur hara bagi tanaman hias dan tanaman buah di sekitarnya.
Menanam Nasi Sisa sebagai Kompos Padat
Cara paling sederhana adalah menanam nasi sisa langsung di area sekitar tanaman. Lubang perlu digali hingga kedalaman sekitar 30 sentimeter sebelum nasi dimasukkan ke dalamnya.
Nasi sisa dapat dicampurkan dengan bahan organik lain, seperti dedaunan, agar proses penguraian berjalan lebih baik. Lubang kemudian ditutup kembali dengan tanah secara rapat.
Dalam beberapa waktu, nasi dan bahan organik lain akan terurai di dalam tanah. Unsur hara hasil penguraian itu kemudian dapat diserap oleh tanaman yang tumbuh di dekatnya.
Tahapan Membuat Pupuk Organik Cair
Selain ditanam sebagai kompos padat, nasi sisa dapat difermentasi menjadi POC. CNN Indonesia menyebutkan proses ini menggunakan nasi yang terlebih dahulu disimpan hingga muncul jamur berwarna oranye.
| Langkah | Bahan atau Proses | Ketentuan |
|---|---|---|
| 1 | Sisa nasi | Siapkan 500 gram nasi sisa |
| 2 | Penyimpanan | Simpan di tempat yang tidak terkena hujan dan cahaya matahari hingga muncul jamur oranye |
| 3 | Larutan gula | Campurkan 1 liter air dengan 75 sampai 100 gram gula pasir |
| 4 | Fermentasi | Masukkan nasi berjamur ke larutan gula, lalu tutup rapat |
| 5 | Perawatan | Diamkan sekitar 1 minggu, buka tutup setiap hari, lalu aduk |
| 6 | Tanda siap pakai | POC siap digunakan saat beraroma fermentasi seperti tapai |
Larutan gula menjadi bagian dari proses fermentasi POC tersebut. Wadah perlu dibuka setiap hari selama masa pendiaman, kemudian isi larutan diaduk hingga rata sebelum ditutup kembali.
Aroma fermentasi seperti tapai menjadi penanda bahwa POC sudah dapat digunakan. Larutan POC kemudian dicampur dengan air menggunakan perbandingan 1:20 sebelum disiramkan secukupnya ke tanaman.
Penyiraman dengan larutan tersebut dapat dilakukan dua kali dalam seminggu. Penggunaan secukupnya penting agar tanaman memperoleh tambahan nutrisi sesuai cara pemakaian yang disebutkan.
Manfaat bagi Kondisi Tanah
Selain memberi nutrisi bagi tanaman, kompos nasi sisa disebut membantu memperbaiki kualitas tanah yang rusak. Bahan organik dari nasi juga relatif aman bagi manusia dan hewan, termasuk untuk pemakaian dalam jangka waktu lama.
Pengolahan sederhana ini mengubah sisa makanan menjadi bahan yang masih berguna di kebun atau pot tanaman. Dengan demikian, nasi yang tersisa tidak selalu harus berakhir di tempat pembuangan.
