Menara Pengawas Chabahar Dihantam, Iran Sebut Serangan AS Kejahatan Perang

Author: Redaksi Android62

Rudal Amerika Serikat dilaporkan menghantam menara pengawas angkatan laut di Chabahar, Iran. Fasilitas itu disebut digunakan untuk keamanan maritim serta operasi pencarian dan penyelamatan bagi nelayan.

Serangan terhadap fasilitas tersebut menjadi bagian dari alasan Iran melontarkan tuduhan keras kepada Washington. Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyebut serangan terhadap infrastruktur vital dan ancaman terhadap fasilitas sipil sebagai kejahatan perang.

Araghchi menyampaikan pernyataannya melalui Telegram. Ia menilai tindakan itu memperlihatkan “niat kriminal pemerintah AS untuk melakukan kejahatan keji.”

Menurut Araghchi, serangan tersebut merupakan pelanggaran mencolok terhadap Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa dan prinsip dasar hukum internasional. Ia juga menggolongkannya sebagai kejahatan internasional serius yang berkaitan dengan empat Konvensi Jenewa 1949.

Titik Serangan yang Dilaporkan

Lokasi Laporan Serangan Keterangan
Ahvaz Suara ledakan terdengar Kota dekat perbatasan Irak
Chabahar Menara pengawas angkatan laut dihantam rudal Dikaitkan dengan keamanan maritim dan operasi penyelamatan nelayan
Bandar Abbas Sejumlah ledakan dilaporkan Proyektil AS disebut menghantam lokasi dekat kota pelabuhan

Selain Chabahar, suara ledakan dilaporkan terdengar di Ahvaz. Kota yang berada dekat perbatasan Irak itu disebut telah beberapa kali menjadi sasaran sejak pertempuran kembali pecah pada bulan ini.

Ledakan juga dilaporkan terjadi di Bandar Abbas, salah satu kota pelabuhan Iran. Kantor berita Mehr menyebut proyektil Amerika Serikat menghantam sebuah lokasi di dekat kota tersebut.

Di sisi lain, Komando Pusat Amerika Serikat atau CENTCOM menyatakan serangan terbaru diarahkan ke fasilitas militer Iran. Fasilitas itu disebut berkaitan dengan ancaman terhadap kapal-kapal yang melintas di Selat Hormuz.

Selat Hormuz menjadi konteks penting dalam penjelasan militer Amerika Serikat mengenai sasaran serangan. Namun, Iran menekankan adanya ancaman lanjutan terhadap sejumlah fasilitas sipil di tengah gelombang serangan tersebut.

Tuntutan Pertanggungjawaban

Araghchi menyatakan seluruh pemerintah memiliki kewajiban untuk menuntut dan menghukum pihak yang melakukan kejahatan semacam itu. Ia juga menyoroti retorika pejabat Amerika Serikat yang dinilainya tidak masuk akal serta mengandung ancaman jahat.

Menurut Araghchi, permusuhan itu ditujukan kepada rakyat Iran karena mempertahankan kemerdekaan, hak-hak sah, dan martabat manusia. Ia menegaskan pihak yang bertanggung jawab tidak dapat menghindari pertanggungjawaban hukum dengan alasan hanya menjalankan perintah atasan.

Tuduhan Iran dan penjelasan CENTCOM menunjukkan dua penilaian yang saling berlawanan atas serangan terbaru tersebut. Di lapangan, laporan ledakan dari Ahvaz, Chabahar, dan Bandar Abbas memperluas perhatian terhadap dampak serangan di sejumlah wilayah Iran.

Source: news.detik.com
Berita Terbaru