Skema penipuan digital yang memanfaatkan tugas menonton drama China kini menjadi perhatian serius karena korban tidak berhenti pada aktivitas menonton. Setelah dibujuk dengan janji cuan harian, banyak orang justru diminta menyetor dana lebih dulu dan direkrut ke dalam pola member get member agar bisa melanjutkan “penghasilan”.
Otoritas Jasa Keuangan menilai pola ini terus berkembang dalam berbagai bentuk, mulai dari tugas menonton iklan hingga drama China, dengan iming-iming bonus tambahan yang tampak meyakinkan. Dalam praktiknya, pelaku kerap menampilkan saldo yang seolah bertambah agar korban percaya sistem benar-benar berjalan.
Deposit dan Janji Untung Jadi Ciri Utama
Ciri paling mudah dikenali dari modus ini adalah janji keuntungan yang terlihat ringan dan cepat. Korban ditawari pendapatan harian hanya dengan menyelesaikan tugas sederhana, seperti menonton film atau drama China.
Pelaku juga kerap membangun narasi bisnis yang tampak resmi, termasuk tawaran pembelian hak cipta drama China dengan janji keuntungan tambahan. Namun skema semacam itu bersifat fiktif dan dibuat untuk memancing setoran awal dari calon korban.
Setelah uang masuk, korban biasanya diminta menjalankan tugas harian agar akun tampak aktif. Saat saldo terlihat bertambah, kepercayaan korban meningkat, padahal mekanisme itu hanya bagian dari cara menunda kecurigaan.
Masalah biasanya muncul ketika korban mencoba menarik dana. Pada tahap ini, pelaku sering berdalih ada kendala lalu meminta biaya tambahan seperti pajak atau biaya admin, dan akhirnya uang tidak bisa dicairkan.
Grup Chat dan Testimoni Palsu Memperkuat Jebakan
Modus ini sering diperkuat melalui grup chat yang dipenuhi testimoni berlebihan. Tujuannya adalah membangun kesan bahwa banyak anggota lain sudah memperoleh keuntungan sehingga korban merasa aman untuk terus mengikuti program.
Pelaku juga kerap memakai nama perusahaan asing atau mengaku bekerja sama dengan platform besar. Cara ini dipakai untuk memberi kesan legal, profesional, dan aman di mata calon korban.
Tanda bahaya lain adalah desakan untuk segera transfer atau deposit. Jika seseorang terus ditekan agar cepat mengambil “kesempatan”, kondisi itu patut dicurigai sebagai bagian dari skema penipuan.
Penindakan dan Angka Laporan Meningkat
Satgas PASTI telah menghentikan kegiatan sejumlah entitas yang diduga menjalankan penipuan dan investasi ilegal. Lima entitas yang disebut dihentikan kegiatannya ialah CANTVR, YUDIA, Appeninc, VID, dan Sensenowai.
Skala persoalannya juga terlihat dari jumlah pengaduan yang masuk ke OJK. Sejak 1 Januari hingga 20 Mei 2026, lembaga itu menerima 17.105 pengaduan terkait entitas ilegal.
| Jenis Pengaduan | Jumlah |
|---|---|
| Pinjaman online ilegal | 14.380 |
| Investasi ilegal | 2.601 |
| Gadai ilegal | 124 |
Data Satgas PASTI juga menunjukkan penindakan sudah dilakukan dalam skala besar sejak 2017 hingga 31 Mei 2026. Dalam periode itu, 14.966 entitas ilegal telah dihentikan kegiatannya.
Dari jumlah tersebut, 12.824 berasal dari pinjaman online ilegal, 1.890 dari investasi ilegal, dan 251 dari gadai ilegal. Hingga pertengahan Mei 2026, Satgas PASTI juga telah menghentikan operasional 951 pinjaman online ilegal, delapan penawaran investasi ilegal, dan satu aktivitas keuangan ilegal lainnya.
Langkah Aman untuk Masyarakat
Masyarakat diminta selalu memeriksa legalitas platform atau aplikasi yang menawarkan keuntungan. Verifikasi perlu dilakukan sebelum menyerahkan data pribadi maupun mentransfer dana.
OJK juga mengingatkan agar tidak pernah mentransfer uang untuk mendapatkan pekerjaan. Tawaran penghasilan instan dari tugas ringan perlu diperlakukan dengan sangat hati-hati.
Bila menemukan aktivitas mencurigakan, laporan dapat disampaikan melalui situs sipasti.ojk.go.id, Kontak OJK 157, WhatsApp 081157157157, atau email konsumen@ojk.go.id. Korban penipuan transaksi keuangan juga dapat melapor melalui IASC di iasc.ojk.go.id agar proses pemblokiran rekening pelaku dapat dilakukan lebih cepat.
Untuk kebutuhan menonton, masyarakat dianjurkan memakai platform legal seperti Netflix, VIU, Vidio, Prime Video, WeTV, iQiyi, dan Disney Hotstar. Nama besar atau tampilan aplikasi yang rapi tidak otomatis membuat tawaran penghasilan dari drama China itu aman.







