Skema sewa baterai menjadi senjata utama VinFast VF e34 untuk menekan harga awal kepemilikan. Lewat opsi ini, konsumen bisa membeli mobil tanpa baterai sehingga banderolnya turun hingga hampir Rp100 juta dibanding paket pembelian lengkap.
Pilihan itu membuat VF e34 lebih mudah dijangkau bagi pembeli yang ingin masuk ke mobil listrik tanpa harus langsung menanggung biaya besar di depan. Di sisi lain, VinFast juga tetap menyediakan opsi membeli mobil beserta baterai untuk konsumen yang ingin kepemilikan utuh tanpa biaya langganan rutin.
Dua skema kepemilikan yang memberi fleksibilitas
VinFast VF e34 menawarkan dua cara kepemilikan yang berbeda, yaitu dengan baterai atau melalui skema battery subscription. Pada skema langganan baterai, pemilik hanya membayar mobilnya, lalu dikenai biaya bulanan sesuai jarak tempuh.
VinFast menyebut perusahaan juga menanggung risiko penurunan performa baterai. Jika kapasitas baterai turun di bawah 70 persen, penggantian disebut dilakukan tanpa biaya tambahan bagi konsumen.
Desain kompak dengan karakter yang mudah dikenali
Dari sisi tampilan, VF e34 hadir sebagai SUV kompak dengan bahasa desain yang tegas. Panjang bodinya sekitar 4,3 meter, sehingga posisinya berada di kelas yang sebanding dengan SUV bermesin bensin segmen C.
Bagian depan memakai lampu LED berbentuk huruf “V” yang menjadi identitas VinFast. Sementara itu, desain tiga lapis di fascia depan memberi kesan futuristis, dan velg 18 inci berwarna hitam glossy menambah nuansa sporty.
Di bagian belakang, lampu dibuat vertikal dan tidak menyatu seperti pada beberapa model lain. Karakter ini membuat VF e34 tampil cukup mudah dibedakan di antara SUV listrik sekelasnya.
Kabin sederhana, fokus pada fungsi
Masuk ke dalam, VinFast memilih pendekatan kabin minimalis yang mengutamakan kemudahan penggunaan. Pusat kendali utama berada pada layar sentuh vertikal 10 inci, bukan model horizontal seperti yang umum ditemui pada banyak mobil lain.
Material interior didominasi plastik dengan aksen kulit sintetis. Ruang kaki di baris kedua tergolong cukup lega untuk ukuran SUV kompak, meski posisi duduknya cenderung agak tinggi saat digunakan untuk perjalanan jauh.
Fitur harian yang cukup lengkap
Untuk kebutuhan harian, VF e34 dibekali AC otomatis, head unit dengan koneksi internet 4G, pet mode, dan camp mode. Mobil ini juga dilengkapi kamera 360 derajat serta sensor parkir depan-belakang untuk membantu manuver di area sempit.
Pada sisi keselamatan, tersedia enam airbag, ABS, EBD, dan stability control. Ada pula beberapa fitur bantuan pengemudi seperti blind spot detection, rear cross traffic alert, dan door open warning.
Perlengkapan itu belum membuat VF e34 terasa mewah, tetapi sudah cukup kompetitif di segmen SUV listrik terjangkau. Kombinasi tersebut memberi nilai tambah bagi pengguna yang mengutamakan kepraktisan.
Performa dan jarak tempuh untuk mobilitas rutin
VF e34 dibekali motor listrik 110 kW atau setara 148 HP dengan torsi 242 Nm. VinFast mengklaim akselerasi 0-100 km/jam dapat ditempuh dalam waktu di bawah 9 detik.
Baterai berkapasitas 41,9 kWh diklaim mampu membawa mobil ini melaju hingga 318 km dalam sekali pengisian penuh. Angka tersebut memang bukan yang paling jauh, tetapi masih cukup untuk kebutuhan harian dan perjalanan antarkota jarak menengah.
Kemampuan pengisian cepat juga menjadi poin penting. VinFast menyebut pengisian dari 10 persen ke 70 persen bisa dilakukan sekitar 27 menit, sehingga mobil tetap praktis digunakan secara rutin.
Garansi panjang untuk meredam kekhawatiran konsumen
Selain harga awal yang lebih ringan, VinFast juga menawarkan garansi kendaraan hingga 10 tahun atau 200.000 km. Untuk baterai, garansinya disebut mencapai 10 tahun tanpa batas kilometer, bahkan seumur hidup dalam skema langganan baterai.
Jaminan itu menjadi salah satu alasan VF e34 menarik di tengah kekhawatiran sebagian konsumen terhadap biaya dan usia pakai mobil listrik. Ditambah lagi, VinFast disebut tengah membangun pabrik di Subang sebagai bagian dari langkah ekspansi di Indonesia, yang menunjukkan bahwa model ini masuk dalam strategi jangka panjang merek tersebut di pasar kendaraan listrik nasional.







