Banyak peminjam di Amerika kini menghadapi penolakan KPR dan kredit mobil tanpa perubahan pada skor kredit mereka. Titik masalahnya bergeser ke ruang underwriting, tempat bank dan pemberi pinjaman menilai risiko dengan lebih ketat dari sebelumnya.
Perubahan itu membuat berkas yang semula tampak aman bisa kembali diperiksa atau ditahan lebih lama. Dampaknya paling terasa pada kelas menengah, terutama mereka yang berada di rentang FICO 640 hingga 720.
Tekanan datang dari pasar energi dan obligasi
Pemicu utamanya berawal dari perang Iran yang mengganggu Selat Hormuz, jalur sempit yang menyalurkan sekitar 20% pasokan minyak global. Saat jalur itu terganggu, Brent crude sempat melonjak di atas $120 per barel pada puncak terbaru.
Kenaikan biaya energi ikut mendorong inflasi AS ke 3,2% pada Maret 2026. Di saat yang sama, imbal hasil obligasi Treasury 10 tahun naik ke 4,48%, sementara suku bunga KPR 30 tahun terus naik selama lima pekan berturut-turut sejak perang dimulai.
Kombinasi tekanan itu membuat pemberi pinjaman membaca risiko secara lebih agresif. Banyak bank lalu memperketat batas internal, meminta dokumen tambahan, dan menaikkan skor minimum secara diam-diam.
Skor tidak berubah, tapi persetujuan lebih sulit
Bagi konsumen, situasinya terasa membingungkan karena skor FICO mereka belum tentu turun. Namun hasil akhirnya bisa berbeda jauh, karena penilaian terbaru lebih banyak terjadi di balik layar underwriting.
Alexander Katsman, pendiri Credit Booster AI, mengatakan tidak ada skor kredit yang turun karena Iran. Ia menilai perubahan yang terjadi dibuat tidak terlihat, sehingga peminjam baru menyadarinya saat aplikasi ditolak atau tertahan.
Menurut Katsman, pemberi pinjaman jarang mengumumkan langkah seperti ini secara terbuka. Penyesuaian biasanya dilakukan melalui kebijakan internal yang tidak langsung terlihat oleh pemohon.
Kelompok yang paling rentan ada di tengah
Rentang FICO 640 hingga 720 menjadi titik yang paling sensitif. Kelompok ini banyak diisi pembeli rumah pertama dan peminjam kelas menengah yang biasanya masih berada di batas kelayakan kredit.
Di kelompok ini, KPR dan kredit mobil menjadi dua jenis pinjaman yang paling cepat merasakan dampaknya. Seorang pemohon dengan FICO 670, misalnya, kini bisa menghadapi standar yang jauh lebih ketat dibanding beberapa bulan lalu.
Perubahan tersebut tidak selalu muncul sebagai penolakan langsung. Dalam banyak kasus, pengajuan hanya masuk ke pemeriksaan ulang atau diminta melengkapi berkas tambahan sebelum keputusan keluar.
Pasar belum memberi ruang lega
Kondisi pasar juga belum menunjukkan tanda pelonggaran. Saat ini, pasar mematok nol pemotongan suku bunga The Federal Reserve untuk 2026.
Jerome Powell juga telah memberi sinyal bahwa tekanan minyak akan bertahan dalam waktu dekat. Selama kebuntuan di Selat Hormuz belum mereda, standar pinjaman diperkirakan tetap naik secara diam-diam.
Bagi banyak rumah tangga Amerika, artinya akses kredit menyempit meski skor FICO mereka tidak berubah sama sekali. Dalam praktiknya, tekanan perang Iran kini ikut menentukan siapa yang lolos pembiayaan rumah dan mobil, dan siapa yang harus menunggu lebih lama.
