Nissan menyiapkan kebangkitan Skyline dengan ritme yang jauh lebih singkat dari generasi sebelumnya. Sedan performa empat pintu ini disebut hanya membutuhkan 26 bulan dari rancangan hingga produksi.
Angka itu menarik perhatian karena model Skyline saat ini memerlukan 55 bulan pengembangan. Jika jadwal baru berjalan sesuai rencana, Skyline generasi berikutnya akan menjadi contoh paling jelas dari perubahan besar cara kerja Nissan.
Target baru Nissan dipercepat jauh di atas kebiasaan lama
Nikkei melaporkan CEO Nissan Ivan Espinosa menargetkan mobil baru dapat hadir ke pasar dalam sekitar 30 bulan. Dalam konteks itu, Skyline anyar justru disebut bisa selesai empat bulan lebih cepat dari target tersebut.
Percepatan ini tidak berdiri sendiri. Nissan kini mempelajari pola manufaktur China, terutama pada kecepatan desain dan pengembangan, dengan AI menjadi salah satu alat penting dalam proses tersebut.
Skyline generasi ke-14, bukan penerus GT-R
Nama Skyline kerap dikaitkan dengan GT-R, tetapi model yang sedang disiapkan ini bukan penerus langsung lini tersebut. Mobil yang dimaksud adalah sedan empat pintu berperforma tinggi dan akan menjadi Skyline generasi ke-14.
Di pasar Amerika Utara, model ini juga dikenal sebagai Infiniti. Kehadirannya nanti sekaligus menandai berakhirnya jeda panjang sejak generasi sebelumnya, yaitu V37, yang mulai diperkenalkan pada 2014 dan selesai diproduksi pada 2024.
Dengan latar itu, kehadiran generasi baru bukan sekadar pergantian model biasa. Skyline baru menjadi penanda arah baru Nissan setelah lebih dari satu dekade generasi lama bertahan di pasar.
Mesin V6 twin-turbo masih jadi opsi terkuat
Untuk sektor teknis, informasi yang beredar masih bersifat awal. Varian tertinggi Skyline anyar disebut akan memakai mesin VR30DDTT V6 3.000 cc twin-turbo dari generasi sebelumnya.
Tenaganya dikabarkan dapat menembus lebih dari 420 hp. Meski begitu, penggunaan mesin lain masih terbuka sehingga spesifikasi final belum bisa dipastikan.
Informasi lain menyebut kemungkinan hadirnya sistem penggerak all-wheel drive. Nissan juga disebut dapat menyiapkan versi yang lebih jinak agar bisa menjangkau kebutuhan pasar yang lebih luas.
Jadi proyek percontohan untuk model Nissan lain
Nissan tidak berhenti pada Skyline. Jika pendekatan baru ini terbukti berhasil, pola pengembangan serupa akan diterapkan ke model lain di berbagai segmen.
Perusahaan bahkan menargetkan peluncuran produk-produk baru dalam tempo satu tahun. AI yang dipakai dalam perancangan juga disebut akan ikut membantu upaya menghidupkan kembali GT-R.
Teknologi dan metode kerja yang sama akan digunakan untuk pengembangan SUV hingga pikap. Karena itu, Skyline bukan hanya model penting di jajaran sedan Nissan, tetapi juga ujian awal bagi transformasi pengembangan produk perusahaan secara lebih luas.
Bagi penggemar lama, nama Skyline tetap membawa bobot sejarah yang kuat. Bagi industri, yang paling menonjol justru cara mobil ini dilahirkan, lebih cepat, lebih efisien, dan menjadi penanda perubahan besar di tubuh Nissan.
