Harga ASUS Zenbook A14 OLED di Indonesia dipatok Rp40.999.000, dan setiap unitnya sudah mendapat lisensi penuh Microsoft Office Home 2024 serta Microsoft 365 Basic dengan cloud storage 100 GB. Di kelas premium, paket ini membuat laptop tersebut tidak hanya menonjol lewat bodi ringkas, tetapi juga siap dipakai untuk kerja sejak pertama kali dibuka.
ASUS Zenbook A14 OLED hadir sebagai model UX3407NA dan ditujukan untuk pengguna profesional yang sering bergerak. Perangkat ini membawa Snapdragon X2 Elite, chip ARM generasi kedua dari Qualcomm, sebagai tenaga utama untuk kebutuhan kerja harian yang tetap menuntut performa besar.
Yang paling mudah langsung dikenali dari laptop ini adalah bobotnya yang hanya 0,99 kg. Ketebalannya juga dibuat tetap tipis di 1,59 cm, sehingga Zenbook A14 OLED terasa sangat fokus pada mobilitas tanpa mengabaikan kesan premium.
ASUS tetap memberi perhatian pada daya tahan bodi meski perangkat ini ringan. Laptop ini lolos uji ketahanan ekstrem berstandar militer US MIL-STD 810H dan memakai material Ceraluminum pada bodinya.
Lapisan Ceraluminum itu hadir dengan matte finish untuk membantu mengurangi bekas sidik jari. ASUS juga menawarkan dua pilihan warna, yakni Zabriskie Beige dan Iceland Gray.
Di balik bodi tipis tersebut, Snapdragon X2 Elite menjadi pusat perhatian utama. Prosesor ini memiliki konfigurasi 18 core dan 18 thread dengan boost hingga 4,7 GHz, dan ASUS menyebut ada peningkatan kecepatan hingga 41 persen dibandingkan generasi sebelumnya.
Untuk mendukung multitasking dan beban kerja berat, laptop ini dibekali memori 32GB LPDDR5X onboard. Memori tersebut berjalan pada kecepatan 9523 MT/s dengan bandwidth 152 GB/s.
Sisi grafisnya juga ikut ditingkatkan. Qualcomm Adreno GPU diklaim 130 persen lebih kencang, sehingga perangkat ini diarahkan untuk pekerjaan kreatif maupun hiburan yang membutuhkan tampilan lebih mulus.
ASUS turut menyematkan Qualcomm Hexagon NPU dengan kemampuan hingga 80 TOPS. Unit ini membuat berbagai fungsi kecerdasan buatan dapat berjalan langsung di laptop, termasuk transkripsi otomatis, real-time image enhancement, dan ASUS Omni.
Pendekatan on-device seperti ini membantu mengurangi beban baterai. Selain itu, ketergantungan pada koneksi internet juga bisa ditekan saat fitur-fitur tersebut digunakan.
Untuk menjaga performa tetap stabil, ASUS memakai ASUS Lightweight Thermal Solution. Sistem pendingin ini diklaim dapat meningkatkan tekanan udara kipas hingga 15 persen lebih besar.
Di bagian layar, Zenbook A14 OLED membawa panel 14 inci ASUS Lumina OLED WUXGA beresolusi 1920 x 1200. Rasio 16:10 memberi ruang kerja yang lebih lega untuk produktivitas harian.
Layar ini menawarkan color gamut 100 persen DCI-P3 dan rasio kontras 1.000.000:1. ASUS juga membekalinya dengan kecerahan puncak hingga 600 nits pada mode HDR serta sertifikasi VESA Display HDR True Black 600.
Bezel tipis NanoEdge membuat rasio layar-ke-bodi mencapai 90 persen. Respons layar 0,2 ms membantu mengurangi ghosting, sementara dual super-linear speaker disiapkan untuk memberikan suara yang jernih dan bertenaga.
Soal daya, ASUS mengandalkan baterai 70Wh dan efisiensi arsitektur ARM. Laptop ini disebut hanya menghabiskan 1 persen daya setiap 14,6 menit.
Pengisian ulangnya juga dibuat ringkas lewat adaptor USB-C 100W. Dalam 30 menit, baterainya disebut bisa terisi hingga 50 persen, sehingga perangkat ini tetap cocok untuk pengguna yang sering berpindah tempat.
Source: www.idntimes.com