SOFIUSD Hadir Di Solana, Imbal Hasil 4,2% Dan Cadangan Diaudit Bulanan

Author: Redaksi Android62

SoFi resmi memasuki pasar stablecoin lewat SOFIUSD, token berbasis dolar yang langsung menonjol karena didukung cadangan nyata, diaudit bulanan, dan menawarkan imbal hasil promosi 4,2% APY saat peluncuran. Langkah ini membuat SoFi berbeda dari banyak penerbit stablecoin lain yang berasal dari dunia crypto-native.

Yang membuat peluncuran ini menarik bukan hanya produknya, tetapi juga posisi SoFi sebagai perusahaan fintech yang sudah tercatat di bursa dan berstatus bank-chartered. Dengan basis 15,4 juta anggota, SoFi membawa SOFIUSD ke pasar dari institusi yang sudah berada di bawah pengawasan perbankan formal.

Dukungan cadangan yang terbuka

Setiap SOFIUSD didukung 1:1 oleh portofolio cadangan yang terdiri dari 85% surat utang pemerintah AS jangka pendek dan 15% kas. Dana kas tersebut disimpan di lembaga berasuransi FDIC, sementara komposisi cadangan diverifikasi setiap bulan oleh Deloitte.

SoFi juga menampilkan komposisi cadangannya setiap hari di situs perusahaan. Model ini menjadi pembeda penting karena transparansi cadangan masih menjadi isu yang sering disorot dalam pembahasan stablecoin.

Dua jaringan untuk dua kebutuhan

SOFIUSD hadir di Ethereum dan Solana, tetapi dengan fungsi yang dibedakan. Di Ethereum, token ini diterbitkan sebagai ERC-20 untuk penggunaan institusional, sedangkan di Solana token tersebut hadir sebagai SPL untuk transaksi ritel yang cepat dan berbiaya rendah.

Pilihan dua jaringan itu memberi SoFi akses ke dua segmen yang berbeda. Ethereum diarahkan ke kebutuhan institusional, sementara Solana diposisikan untuk aktivitas ritel yang menuntut efisiensi.

Pengawasan regulasi menjadi bagian utama

SoFi berada di bawah pengawasan Office of the Comptroller of the Currency sebagai bank nasional. Posisi ini menempatkan perusahaan dalam kategori yang sama dengan bank tradisional, lengkap dengan kewajiban memenuhi persyaratan modal dan standar perlindungan konsumen.

Undang-undang Stablecoin Transparency and Accountability Act yang sudah ditandatangani menjadi hukum pada akhir 2025 juga menambah tekanan kepatuhan. Aturan itu mewajibkan penebusan satu token menjadi satu dolar dalam waktu dua hari kerja.

Imbal hasil datang dari cadangan Treasury

Imbal hasil 4,2% APY yang ditawarkan saat peluncuran berasal dari pendapatan cadangan Treasury. Karena bergantung pada kondisi suku bunga, nilai itu tidak bersifat tetap dan dapat berubah.

Skema ini menempatkan SOFIUSD jauh dari stablecoin algoritmik yang menjaga patokan harga lewat kode dan insentif pasar. Pendekatan seperti itu pernah runtuh secara katastrofik melalui TerraUSD pada 2022, sehingga cadangan nyata kembali menjadi pusat perhatian.

Risiko tetap ada meski statusnya diawasi

SoFi menyebut SOFIUSD tidak diasuransikan FDIC. Artinya, status regulasi tidak otomatis menghapus seluruh risiko bagi pengguna.

Selain itu, risiko smart contract tetap dapat muncul jika kode token dieksploitasi. Risiko jaringan juga masih mengikuti kondisi di Ethereum atau Solana, sehingga gangguan teknis di level blockchain tetap bisa memengaruhi penggunaan token.

Penebusan dan pemisahan dana

SoFi memakai jalur penebusan melalui ACH dan wire yang juga digunakan untuk penarikan biasa. Cadangan disimpan dalam rekening terpisah agar tidak bercampur dengan modal operasional perusahaan.

Kombinasi struktur itu memperlihatkan arah yang ingin dibangun SoFi lewat SOFIUSD. Token ini diposisikan sebagai stablecoin yang menonjol lewat pengawasan, keterlacakan, dan stabilitas, bukan sekadar kecepatan transaksi di blockchain.

Redaksi Android62
Redaksi Android62

Android62.com menghadirkan berita dari beragam sumber dengan penyajian unik, ringkas, dan informatif untuk pembaca modern.

Newsletter Text above the Email input field
Follow Us
Berita Terbaru