SoFi Technologies resmi membawa stablecoin ke dalam layanan bank hariannya lewat SoFiUSD, sebuah langkah yang menempatkannya sebagai bank nasional Amerika Serikat pertama yang menawarkan stablecoin berbasis penerbitan bank langsung di aplikasi perbankan konsumen. Token yang dipatok ke dolar AS itu tidak berdiri sebagai produk terpisah, melainkan masuk ke dalam aplikasi SoFi yang selama ini dipakai untuk menabung, membelanjakan uang, meminjam, dan berinvestasi.
Pendekatan ini membuat pengguna bisa membeli, menyimpan, menjual, dan mengonversi SoFiUSD dari satu aplikasi yang sama. Anthony Noto, CEO SoFi, menilai anggota tidak perlu lagi memilih antara teknologi blockchain dan layanan perbankan yang teregulasi karena keduanya kini hadir dalam satu tempat.
SoFiUSD juga dirancang dengan dukungan cadangan yang jelas. Token itu dapat ditebus satu banding satu dengan dolar AS dari SoFi Bank, sementara perusahaan menyatakan akan menjaga aset likuid untuk mendukung seluruh token yang beredar.
Untuk menambah lapisan pengawasan, cadangan tersebut akan diaudit secara berkala oleh auditor independen. SoFi juga menempatkan SoFiUSD di dua jaringan blockchain, yaitu Ethereum dan Solana, sehingga token ini punya jalur penggunaan yang lebih luas di ekosistem kripto.
Langkah SoFi hadir saat pasar kripto di Amerika Serikat sedang menerima dorongan regulasi yang lebih kuat. Kongres AS mendorong kerangka formal lewat Clarity Act, yang jika disahkan akan menjadi dasar federal pertama untuk mengatur pasar kripto secara lebih luas.
Di sisi lain, Presiden Donald Trump pada musim panas lalu menandatangani GENIUS Act menjadi undang-undang. Aturan itu secara khusus membentuk kerangka penerbitan dan perdagangan stablecoin, yang memberi pijakan lebih jelas bagi bank dan perusahaan keuangan untuk masuk ke segmen ini.
SoFi sendiri sudah menyiapkan rencana lanjutan untuk SoFiUSD. Perusahaan ingin memungkinkan anggota mengonversi token tersebut menjadi tokenized deposits yang memenuhi syarat asuransi FDIC, sekaligus menargetkan transfer lintas negara berbiaya rendah yang dapat dilakukan 24 jam.
Selain itu, SoFi berencana mencatat SoFiUSD di bursa kripto institusional Bullish. Meski didukung cadangan setara bank, perusahaan menegaskan SoFiUSD bukan produk yang diasuransikan FDIC dan tetap membawa risiko kerugian seperti aset digital lain, sehingga posisinya tidak sama dengan simpanan bank biasa.






