Sony Xperia 1 VIII datang membawa sesuatu yang makin sulit ditemui di kelas flagship modern: slot microSD, jack audio 3.5mm, dan layar datar tanpa punch-hole. Di saat banyak ponsel premium semakin seragam, langkah Sony ini justru menegaskan bahwa Xperia masih berjalan dengan arah sendiri.
Kesan itu makin kuat ketika melihat spesifikasi utamanya. Ponsel ini mengandalkan Snapdragon 8 Elite Gen 5, RAM hingga 16GB, penyimpanan sampai 1TB, dan tetap mempertahankan baterai 5.000mAh dengan dukungan pengisian cepat 30W serta pengisian nirkabel 15W.
Kamera jadi pembeda utama
Perhatian terbesar pada Xperia 1 VIII ada di sektor kamera belakang. Sony meninggalkan sistem continuous optical zoom yang dipakai pada generasi sebelumnya dan menggantinya dengan lensa telefoto tetap 70mm, yang setara zoom optik 2.9x dari kamera utama.
Perubahan paling penting ada pada sensornya. Kamera telefoto kini memakai sensor 1/1.56 inci beresolusi 48MP, yang diklaim empat kali lebih besar dari pendahulunya, dengan tujuan meningkatkan hasil zoom digital dan performa saat memotret di kondisi gelap.
Susunan kameranya juga cukup lengkap. Di belakang terdapat kamera utama 48MP 24mm f/1.9 dengan OIS, kamera ultra-wide 48MP 16mm f/2.0, serta kamera telefoto 48MP 70mm f/2.8, sementara bagian depan memakai kamera 12MP.
Sony juga membekali seluruh kamera dengan teknologi RAW multi-frame processing. Teknologi ini ditujukan untuk memperluas dynamic range sekaligus menekan noise saat pencahayaan minim.
Desain kamera berubah, AI ikut membantu
Perubahan lain terlihat pada modul kamera belakang. Sony kini memakai desain kotak di pojok kiri atas, menggantikan format vertikal yang selama ini identik dengan Xperia generasi sebelumnya.
Di sisi perangkat lunak, ada AI Camera Assistant berbasis Xperia Intelligence. Sistem ini menganalisis cuaca, objek, dan pencahayaan, lalu memberi rekomendasi pengaturan kamera secara otomatis.
Performa flagship dengan ciri khas lama
Di luar kamera, Xperia 1 VIII tetap mencoba memadukan kecepatan flagship dengan fitur yang makin jarang dipertahankan produsen lain. Qualcomm menyebut Snapdragon 8 Elite Gen 5 menawarkan peningkatan performa CPU hingga 20 persen dan GPU 23 persen lebih cepat dibanding pendahulunya.
Sony menyediakan beberapa opsi memori, mulai dari RAM 12GB hingga 16GB. Penyimpanan internalnya juga mencapai 1TB, dan slot microSD tetap tersedia bagi pengguna yang masih ingin memperluas ruang simpan secara fisik.
Jack audio 3.5mm pun belum hilang dari perangkat ini. Keputusan tersebut jelas menyasar pengguna yang masih mengutamakan audio lossless dan latensi rendah, terutama saat memakai perangkat audio berkabel.
Bagian audio diperkuat oleh speaker stereo simetris. Sony mengklaim konfigurasi ini menghasilkan bass yang lebih dalam dan soundstage yang lebih luas.
Layar tetap datar, resolusi tidak lagi 4K
Untuk sisi tampilan, Xperia 1 VIII membawa layar LTPO OLED 6,5 inci dengan refresh rate 120Hz. Panelnya tetap datar dan tidak memakai punch-hole, tetapi resolusinya kini 1080p+, sehingga Xperia tidak lagi mengikuti tradisi 4K yang dulu sempat melekat pada lini premium ini.
Warna dan harga
Sony menyiapkan empat pilihan warna untuk Xperia 1 VIII, yaitu Graphite Black, Iolite Silver, Garnet Red, dan Native Gold. Varian 12GB/256GB dibanderol mulai €1.500 atau sekitar Rp30,7 jutaan, sedangkan varian tertinggi 1TB dengan warna Native Gold dipasarkan seharga €2.000 atau sekitar Rp40 jutaan.
Dengan kombinasi kamera telefoto baru, chipset flagship terbaru, serta fitur klasik seperti microSD dan jack 3.5mm, Xperia 1 VIII kembali tampil sebagai ponsel Android premium yang memilih jalur berbeda dari kebanyakan pesaingnya. Perangkat ini lebih terlihat sebagai pembaruan bertahap yang mempertahankan identitas lama Sony, bukan perubahan total yang menghapus ciri khas Xperia.
Source: id.mashable.com






