Bandung masih menjadi salah satu kota yang kuat untuk urusan soto, terutama bagi pencinta kuah gurih dengan porsi yang mengenyangkan. Dari pilihan racikan lokal hingga soto dari daerah lain, beberapa tempat makan di kota ini dikenal legendaris karena rasa, isian, dan harganya yang masih ramah.
Di antara yang paling sering dicari, ada Soto Khas Garut di kawasan Turangga dengan harga mulai dari Rp 25.000 per porsi. Menu ini dikenal berisi melimpah, memiliki daging berlemak yang matang sempurna, serta bumbu yang meresap, sementara suasana tempat makannya disebut hangat dengan nuansa rumah kayu klasik.
Soto murah yang tetap serius soal isi
Daya tarik soto di Bandung tidak hanya terletak pada kuahnya yang hangat, tetapi juga pada isi mangkuk yang terasa lengkap. Banyak pemburu kuliner memilih soto karena menu ini memberi rasa kenyang tanpa harus membayar mahal.
Salah satu contohnya adalah soto daging sapi di Ciateul yang dijual seharga Rp 42.000 per mangkuk. Lokasinya berada di Jalan Sawah Kurung Nomor 16, Kecamatan Regol, dan dikenal punya isi yang cukup beragam.
Di dalam satu mangkuk, pengunjung bisa menemukan lobak, tetelan, has dalam, kacang kedelai goreng, hingga seledri. Tempat makannya juga cukup luas, sehingga cocok untuk makan sendiri maupun datang bersama rombongan.
Bandung sebagai tempat bertemunya banyak racikan soto
Selain dua nama itu, Bandung juga dikenal sebagai kota yang mempertemukan banyak jenis soto dari berbagai daerah. Pilihannya tidak berhenti pada racikan lokal, karena soto Betawi dan soto Lamongan juga masuk daftar kuliner yang banyak dicari di kota ini.
Kondisi tersebut membuat Bandung punya daya tarik tersendiri bagi penikmat soto dengan selera berbeda. Ada yang mencari kuah yang ringan dan mudah diterima lidah, ada pula yang mengincar racikan lebih berisi untuk makan siang.
Cuaca Bandung yang sejuk juga ikut membuat soto terasa relevan sepanjang waktu. Sajian berkuah panas seperti ini kerap jadi pilihan yang pas saat jam makan siang atau saat ingin makanan yang tidak terlalu berat tetapi tetap memuaskan.
Kenapa soto legendaris di Bandung tetap diburu
Banyak warung soto di Bandung bertahan karena menawarkan rasa yang konsisten dari satu mangkuk ke mangkuk berikutnya. Sederhana dalam tampilan, tetapi kuat pada racikan bumbu, kuah, dan isian yang membuat pelanggan kembali lagi.
Karakter seperti ini sering dicari oleh pengunjung yang mengutamakan makanan datang cepat, hangat, dan mengenyangkan. Soto kemudian tidak sekadar dipandang sebagai makanan berkuah, tetapi juga sebagai menu praktis yang cocok untuk santai maupun bersama keluarga.
Referensi yang dirangkum dari Go Travelly, Traveloka, dan sumber yang dikutip Jawapos menunjukkan bahwa soto legendaris di Bandung punya dua nilai utama yang terus dicari, yaitu harga yang masih masuk akal dan porsi yang tidak pelit. Dari Soto Khas Garut di Turangga hingga soto daging sapi di Ciateul, Bandung memperlihatkan bahwa soto murah tetap bisa punya karakter rasa yang kuat dan isi yang melimpah.
Source: www.jawapos.com






