SP2D Jadi Penentu, Gaji Ke-13 Guru PPPK Paruh Waktu Jatim Ditarget Cair Pekan Ini

Author: Redaksi Android62

Gaji ke-13 untuk guru dan tenaga kependidikan berstatus PPPK paruh waktu di Jawa Timur ditargetkan cair pekan ini. Dinas Pendidikan Jawa Timur menyebut pencairan itu diharapkan bisa terjadi pada hari Jumat, setelah proses administrasi selesai di Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Jawa Timur.

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Aries Agung Paewai menjelaskan, tahap akhir yang menentukan pencairan adalah terbitnya SP2D. Jika dokumen itu keluar pada Jumat, dana gaji ke-13 langsung masuk ke rekening masing-masing penerima.

Administrasi masih berjalan di BPKAD Jatim

Aries meminta para guru dan tenaga kependidikan PPPK paruh waktu untuk bersabar menunggu proses tersebut rampung. Ia menegaskan bahwa upah ke-13 sudah diproses dan saat ini masih berada di BPKAD Jatim.

Menurut Aries, istilah upah digunakan untuk PPPK paruh waktu karena mengikuti skema pengangkatan dan bentuk honor yang diterima. Karena itu, pencairan yang dinanti bukan lagi soal pengajuan awal, melainkan penyelesaian administrasi akhir.

TPG ke-13 masih menunggu alokasi pusat

Di sisi lain, tambahan Tunjangan Profesi Guru untuk THR dan gaji ke-13 belum dapat dicairkan. Pemprov Jatim belum menerima permintaan data maupun alokasi anggaran dari pemerintah pusat untuk pos tersebut.

Aries menyebut anggaran TPG bersumber dari Dana Alokasi Umum. Karena itu, Pemprov Jatim masih menunggu tambahan alokasi DAU dari Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan sebelum pencairan bisa dilakukan.

Ia menambahkan, proses pengusulan TPG ke-13 masih berlangsung di Ditjen Keuangan. Dengan kondisi itu, pencairannya belum bisa dilakukan dalam waktu dekat.

ASN penuh waktu sudah lebih dulu menerima

Aries memastikan gaji ke-13 bagi guru dan tenaga kependidikan berstatus PNS serta PPPK penuh waktu sudah cair lebih dahulu. Pencairan untuk kelompok ASN tersebut dilakukan pada awal Juni 2026.

Data tahun 2025 menunjukkan penerima TPG ke-13 di Jawa Timur mencapai 35.680 guru. Kebutuhan anggarannya saat itu sekitar Rp 274 miliar, sehingga besaran alokasi menjadi salah satu faktor penting dalam proses penyaluran tunjangan berikutnya.

Source: www.detik.com
Berita Terbaru