Ulama dan Umaro Sukabumi Bertemu di Azzainiyyah, Pesan Muharram yang Menguat

Author: Redaksi Android62

Gebyar Muharram 1448 Hijriah di Pondok Pesantren Azzainiyyah, Sukabumi, menegaskan kembali pertemuan penting antara ulama, umaro, tokoh masyarakat, dan keluarga deklarator Penegakan Syariat Islam Kabupaten Sukabumi. Di tengah suasana khidmat di Kampung Sinar Barokah, Desa Perbawati, Kecamatan Sukabumi, kegiatan itu membawa pesan utama tentang penguatan nilai keislaman dan kebersamaan dalam membangun daerah.

Acara yang digelar pada Kamis malam itu juga dirangkai dengan Milad ke-25 Penegakan Syariat Islam dan Milad ke-54 Dewan Masjid Indonesia. Tema “Dalam Rangka Mewujudkan Kabupaten Sukabumi Mubarokah” menjadi penegas bahwa peringatan ini bukan sekadar seremonial, melainkan ruang untuk meneguhkan komitmen bersama.

Penghormatan kepada para deklarator PSI

Bupati Sukabumi Asep Japar menyerahkan kadedeuh kepada para deklarator dan ahli waris deklarator Penegakan Syariat Islam. Sekretaris Daerah Kabupaten Sukabumi Ade Suryaman juga menyerahkan cinderamata dari DMI dan Iqomah Nusantara kepada seluruh deklarator dan keluarga PSI.

Penyerahan itu menjadi bentuk penghargaan atas dedikasi para tokoh yang terlibat dalam deklarasi Penegakan Syariat Islam di Kabupaten Sukabumi. Kehadiran keluarga deklarator memberi makna sejarah yang kuat pada peringatan tersebut, karena perjuangan mereka diingat sebagai bagian dari ikhtiar membangun masyarakat yang lebih berpegang pada nilai Islam.

KH. Aang Abdullah Zein selaku Pimpinan Pondok Pesantren Azzainiyyah dan Ketua Umum MUI Jawa Barat mengajak jamaah menjadikan Muharram sebagai momentum introspeksi. Ia menekankan pentingnya pengamalan ajaran Islam secara benar dan sungguh-sungguh.

Menurutnya, perjuangan para deklarator PSI 25 tahun lalu lahir dari niat khidmah tanpa balas dan ikhlas tanpa batas demi terwujudnya Sukabumi yang mubarokah. Ia juga menyebut penegakan syariat Islam yang dideklarasikan para ulama dan tokoh saat itu sebagai ikhtiar untuk mengamalkan rukun Islam secara benar dan sungguh-sungguh.

Masjid diposisikan sebagai pusat penguatan umat

KH. Aang turut menyoroti peran pengurus DMI dan Dewan Kemakmuran Masjid dalam melanjutkan perjuangan para deklarator. Menurutnya, pengabdian nyata dibutuhkan agar masjid tetap makmur dan kehidupan umat terus terbina.

Pesan itu sejalan dengan pandangan Ketua PW DMI Provinsi Jawa Barat, KH. Mohammad Mansur Syaerozi, yang mengapresiasi pelaksanaan Milad DMI ke-54 di Azzainiyyah. Ia menegaskan bahwa masjid adalah rumah Allah SWT yang harus dimakmurkan bersama oleh seluruh umat Islam.

Ia juga menyampaikan bahwa setiap orang yang datang ke masjid dengan niat lillahi ta’ala memiliki kemuliaan di sisi Allah SWT. Karena itu, ia menilai Muharram perlu dijadikan sarana untuk meningkatkan kebiasaan berjamaah dan memakmurkan masjid.

Dukungan pemerintah daerah terhadap kegiatan keagamaan

Bupati Sukabumi Asep Japar menegaskan bahwa Gebyar Muharram, Milad PSI, dan Milad DMI perlu dijaga sebagai tradisi keagamaan yang memperkuat karakter masyarakat. Ia menyebut kegiatan keagamaan memiliki peran penting dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia yang berakhlak dan berkarakter.

Pemerintah Kabupaten Sukabumi, kata dia, menyambut baik dan mendukung seluruh rangkaian kegiatan keagamaan karena secara esensial menopang upaya pembangunan sumber daya manusia. Ia juga mengajak masyarakat menjadikan Muharram sebagai momentum memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas kehidupan bermasyarakat.

Dalam sambutannya, Asep Japar menegaskan bahwa deklarasi Penegakan Syariat Islam di Kabupaten Sukabumi merupakan hasil kesepakatan dan tekad bersama antara ulama dan umaro. Tujuannya adalah mengamalkan ajaran Islam secara kaffah dalam seluruh aspek kehidupan.

Doa untuk pembangunan keagamaan

Di hadapan peserta kegiatan, Bupati Sukabumi juga meminta doa dan dukungan masyarakat terhadap program pembangunan keagamaan. Salah satu yang disorot adalah rencana keberlanjutan pembangunan Masjid Cisayar Nyalindung pada tahun 2026 agar dapat diselesaikan dengan baik dan memberi manfaat bagi umat.

Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan pembacaan Deklarasi Penegakan Syariat Islam Kabupaten Sukabumi dan tausiyah kebangsaan serta keagamaan dari Wakil Ketua Umum MUI Pusat Dr. KH. Marsudi Syuhud. Kehadiran unsur MUI Jawa Barat, DMI Jawa Barat, LDTQN, NU, serta perangkat daerah menunjukkan bahwa peringatan ini menjadi titik temu penting bagi penguatan nilai keislaman di Sukabumi.

Source: mediaaksara.id
Berita Terbaru