Pantauan di dua SPBU Vivo di Jakarta menunjukkan layanan pengisian BBM tidak berjalan normal. Di dua titik itu, kendaraan roda dua maupun roda empat tidak terlihat dilayani saat pemeriksaan dilakukan.
Lokasi pertama berada di Jalan Letjen M.T. Haryono, Tebet, Jakarta Selatan. Saat dipantau sekitar pukul 11.24 WIB, akses masuk ke area SPBU dipasangi pagar merah-putih, begitu juga jalur keluarnya.
Di lokasi yang sama, papan elektronik harga produk juga dibiarkan mati. Suasana serupa terlihat di SPBU kedua yang berada di Jalan Kapten Tendean, Mampang, Jakarta Selatan.
Pada titik kedua itu, tidak ada aktivitas pengisian BBM yang tampak berlangsung. Akses masuk dan keluar juga dipasangi pagar merah-putih, sementara papan elektroniknya tidak menyala.
Kondisi tersebut ikut memperkuat keluhan publik yang belakangan ramai membahas ketersediaan BBM di jaringan SPBU Vivo wilayah Jabodetabek. Sejumlah konsumen mencari kepastian soal outlet mana saja yang masih beroperasi, terutama setelah muncul kabar bahwa stok BBM jenis Ron 92 tidak tersedia di beberapa lokasi.
Keluhan itu juga muncul di kolom komentar akun Instagram resmi Vivo, @spbuvivo. Beberapa pengguna menyebut titik layanan di kawasan Bintaro dan Karawaci masih berstatus maintenance.
Di saat yang sama, netizen mempertanyakan pembaruan data ketersediaan BBM di situs resmi Vivo. Sebagian komentar meminta agar status stok Ron 92 diperbarui lebih rutin supaya konsumen bisa mengetahui SPBU mana yang masih melayani.
Ada pula unggahan yang menyinggung dugaan pembatasan kuota penjualan harian di salah satu SPBU Vivo. Dalam komentar itu, seorang pengguna menyebut outlet bisa tutup setelah target penjualan harian tercapai, lalu kembali dibuka keesokan pagi.
Penelusuran terhadap laman resmi Vivo menunjukkan data stok BBM pada dua SPBU yang dipantau belum diperbarui. Situs tersebut masih menampilkan keterangan bahwa pembaruan terakhir tercatat pada 31 Maret pukul 16.00 WIB.
Belum diperbaruinya data itu menambah tanda tanya di tengah ramainya keluhan soal stok Ron 92 dan status operasional outlet. Bagi konsumen yang membutuhkan kepastian layanan di Jabodetabek, kondisi ini membuat informasi yang tersedia terasa semakin terbatas.
Source: www.suara.com






