SPK Rocky Hybrid Sudah Tembus 700 Unit, Pasokan Daihatsu Masih Tertinggal

Author: Redaksi Android62

Pemesanan Rocky Hybrid di Indonesia sudah menembus 700-an unit, tetapi penyalurannya ke konsumen masih tertinggal cukup jauh. PT Astra Daihatsu Motor menyebut retail yang sudah sampai ke tangan pembeli baru berada di kisaran 300-an unit.

Marketing Director dan Corporate Communication Director PT Astra Daihatsu Motor, Sri Agung Handayani, mengatakan selisih itu muncul karena suplai sempat tersendat. Hingga Juni, Daihatsu menyebut pasokan ke konsumen sudah meningkat ke level 500-an unit.

Distribusi Baru Bergerak Pelan

Rocky Hybrid baru mulai tercatat didistribusikan pada Desember 2025, sekitar empat bulan setelah peluncuran resminya. Pada bulan pertama distribusi itu, wholesales yang terkirim ke dealer hanya 40 unit.

Sepanjang lima bulan pertama 2026, total distribusinya naik menjadi 352 unit. Jika dirata-ratakan, angka itu masih berada di kisaran 70-an unit per bulan, jauh lebih pelan dibanding ekspektasi terhadap mobil elektrifikasi di harga Rp299,85 juta.

Suplai CBU dari Jepang Sempat Seret

Daihatsu mengakui ada keterlambatan suplai Rocky Hybrid dalam beberapa waktu terakhir. Agung menyebut kondisi geopolitik ikut memengaruhi kelancaran pasokan model ini.

Rocky Hybrid berbeda dari Rocky konvensional karena tidak dirakit di Indonesia. Model ini masuk sebagai impor utuh atau CBU dari Jepang, sehingga jalur distribusinya lebih bergantung pada pasokan dari luar negeri.

“Maybe sampai Juni ada 500 supply ya,” kata Agung di Depok, Minggu (21/6). Ia menegaskan peningkatan suplai mulai terlihat, meski distribusi ke konsumen belum sepenuhnya mengejar jumlah pemesanan yang sudah masuk.

Karakter Konsumen Jadi Pertimbangan

Menurut Daihatsu, angka SPK Rocky Hybrid masih sesuai ekspektasi perusahaan. Agung menjelaskan basis konsumen Daihatsu umumnya berasal dari pembeli mobil pertama, sehingga pola pembelian model elektrifikasi tidak bisa disamakan dengan merek lain.

Ia menambahkan, konsumen first car buyer cenderung lebih berhitung sebelum membeli. Pertimbangan nilai jual kembali juga ikut masuk dalam keputusan mereka, bahkan sebelum transaksi terjadi.

“Jadi kami itu konsumennya itu first car buyer. Jadi mereka enggak bisa dipaksa. Berorientasinya bukan cuma beli. Belum beli aja mereka sudah mikirin berapa (kalau) jual (kembali) ya,” kata Agung.

Dengan kondisi itu, Rocky Hybrid belum menunjukkan lonjakan distribusi yang agresif meski pemesanan sudah terkumpul ratusan unit. Fokus utama kini ada pada pemulihan suplai agar unit yang sudah dipesan bisa segera sampai ke konsumen.

Source: www.cnnindonesia.com
Berita Terbaru