Srikandi Movement PLN Menjangkau 40 Ribu Penerima, Perempuan Menguatkan Ekonomi Keluarga

Author: Redaksi Android62

Lebih dari 40 ribu warga di 140 lokasi menjadi sasaran manfaat Srikandi Movement yang digerakkan PLN. Lewat program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan ini, perempuan ditempatkan sebagai motor pemberdayaan yang menjangkau pendidikan, kesehatan, dan ekonomi keluarga.

Gerakan tersebut memperlihatkan bahwa kontribusi PLN tidak berhenti pada layanan kelistrikan semata. Kehadiran Srikandi PLN diarahkan untuk memberi manfaat sosial yang lebih luas, terutama bagi perempuan, anak, dan kelompok rentan di berbagai wilayah Indonesia.

Di antara rangkaian program yang dijalankan, aspek pemberdayaan ekonomi perempuan menjadi sorotan utama. Melalui Women Support Women, PLN membuka akses, peluang, keterampilan, dan pendampingan usaha agar perempuan memiliki ruang yang lebih kuat untuk mengembangkan usaha dan menopang ekonomi keluarga.

Ketua Harian Srikandi PLN Kamia Handayani menyampaikan bahwa program Women Support Women telah menjangkau 1.296 penerima manfaat dari 36 kelompok. Program itu juga mencatat nilai Social Return on Investment atau SROI sebesar 5,79, yang menunjukkan manfaat sosialnya dinilai tinggi dibanding biaya yang dikeluarkan.

Pendekatan yang dipakai tidak berhenti pada bantuan awal. Perempuan didorong membangun jejaring agar usaha mereka dapat terus berjalan dan tumbuh lebih panjang, sehingga dampaknya tidak hanya terasa sesaat tetapi juga menopang kemandirian dalam jangka panjang.

Salah satu gambaran dampak program terlihat dari pengalaman pelaku UMKM asal Manado, Sulawesi Utara, Lanny Juliana Mogot. Ia menyebut program tersebut bukan hanya memberi bantuan, tetapi juga ilmu dan pendampingan yang membantu meningkatkan penghasilan keluarga.

Empat jalur lain untuk pendidikan, anak, kesehatan, dan kapasitas perempuan

Selain menguatkan ekonomi, Srikandi Movement juga dirancang lewat empat pilar lain yang saling melengkapi. Pilar tersebut adalah Srikandi Goes to School/Campus, Srikandi Sahabat Anak, Srikandi Care, dan Inspiring Srikandi.

Srikandi Goes to School/Campus membawa materi di luar kurikulum formal untuk menambah wawasan peserta. Program ini telah melibatkan 5.102 peserta dan 240 tenaga pendidik di 60 titik lokasi, sehingga perluasannya tidak hanya menyasar perempuan dewasa tetapi juga generasi muda.

Pada jalur perlindungan dan pemenuhan hak anak, Srikandi Sahabat Anak telah menjangkau 16.591 anak dan 301 guru di 83 sekolah serta lembaga pendidikan. Nilai SROI program ini tercatat 2,59, dengan fokus pada edukasi, pendampingan, dan bantuan kebutuhan dasar agar lingkungan tumbuh kembang anak lebih baik.

Program Srikandi Care juga berjalan untuk mendukung penurunan stunting serta meningkatkan kesehatan ibu dan anak. Dari program ini, PLN menyasar 7.309 ibu dan 3.249 anak dengan nilai efektivitas investasi sosial sebesar 2,68.

Di sisi internal, Inspiring Srikandi disiapkan untuk meningkatkan kompetensi perempuan di lingkungan PLN. Sebanyak 8.400 peserta perempuan telah mengikuti program ini sebagai bagian dari penguatan kapasitas sumber daya manusia.

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menegaskan bahwa Srikandi PLN didorong untuk menghadirkan nilai tambah bagi masyarakat. Ia menekankan bahwa kehadiran PLN perlu membawa manfaat yang lebih luas, terutama melalui dorongan kemandirian dan peningkatan kualitas hidup perempuan serta kelompok rentan.

Rangkaian kegiatan itu juga selaras dengan semangat Hari Kartini karena menegaskan peran perempuan PLN sebagai agen perubahan. Dalam kerangka ini, perempuan tidak hanya berada di belakang program, tetapi ikut menyalakan dampak sosial yang menyentuh keluarga dan komunitas.

Dengan cakupan yang tersebar di lebih dari 140 lokasi dan menjangkau puluhan ribu penerima manfaat, Srikandi Movement memperlihatkan pola pemberdayaan yang menyatukan ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan perlindungan anak dalam satu gerakan. Program ini menempatkan perempuan sebagai penggerak penting yang mampu membawa perubahan nyata di tengah masyarakat.

Berita Terbaru