Steam Controller Baru Dibanderol $100, Valve Pasang Harga Di Atas Xbox Dan DualSense

Author: Redaksi Android62

Valve resmi mengungkap Steam Controller generasi terbaru dengan banderol $100. Harga itu langsung menempatkan kontroler ini di atas Xbox Series X/S controller yang disebut berada di $60 dan DualSense untuk PlayStation 5 yang dipatok $70.

Pengumuman tersebut juga sekaligus memberi kepastian soal jadwal hadirnya perangkat ini. Steam Controller baru akan tersedia pada 4 Mei, dan penjualannya dilakukan terpisah dari Steam Machine.

Posisi premium sejak awal

Dengan harga $100, Valve jelas menempatkan Steam Controller di kelas premium. Langkah ini cukup mencolok karena pasar gamepad saat ini sudah dipenuhi banyak pilihan yang lebih murah, termasuk produk dari merek seperti GameSir dan 8BitDo.

Kondisi itu membuat Steam Controller tidak bisa hanya mengandalkan nama besar Valve. Perangkat ini perlu menawarkan alasan yang kuat agar harga tingginya terasa masuk akal bagi pengguna.

Valve tampaknya menyasar pemain yang memakai PC berbasis Steam, tetapi perangkat ini juga disebut dapat dipakai sebagai gamepad untuk smartphone. Artinya, fungsi kontroler ini tidak dibatasi hanya untuk satu jenis perangkat.

Desain yang dibuat lebih akrab

Berbeda dari Steam Controller generasi pertama yang meluncur pada 2015, versi terbaru tidak lagi bergantung pada touchpad saja. Valve kini menambahkan thumbstick konvensional, sambil tetap mempertahankan sepasang haptic touchpad di sisi perangkat.

Perubahan ini membuat pendekatannya terasa lebih mudah diterima oleh pengguna gamepad modern. Di saat yang sama, Valve tetap menjaga ciri khas desainnya lewat elemen yang mengingatkan pada pengalaman Steam Deck.

Kehadiran thumbstick juga penting bagi pengguna yang selama ini kurang nyaman dengan kontrol penuh berbasis touchpad. Dengan begitu, kontroler baru ini tampak lebih fleksibel untuk berbagai gaya bermain.

Susunan tombol dan fitur yang dibawa

Valve membekali Steam Controller dengan susunan tombol yang cukup lengkap. Perangkat ini memiliki tombol A, B, X, dan Y, D-pad, trigger analog kiri dan kanan, bumper kiri dan kanan, serta tombol View, Menu, Steam, dan QAM.

Selain itu, ada empat tombol belakang yang bisa dipetakan sesuai kebutuhan pemain. Valve juga menambahkan dua thumbstick TMR, sepasang haptic touchpad, serta empat motor haptik untuk memberikan “HD tactile feedback”.

Berikut ringkasan fitur utamanya:

  1. Dua thumbstick TMR.
  2. Sepasang haptic touchpad.
  3. Empat motor haptik untuk “HD tactile feedback”.
  4. Empat tombol belakang yang dapat diprogram.
  5. Konektivitas Bluetooth 4.2 atau 5.0.

Valve menyebut penggunaan stik TMR ditujukan untuk membantu mencegah stick drift. Klaim ini relevan karena masalah drift masih menjadi keluhan yang sering muncul pada kontroler modern.

Konektivitas dan daya tahan baterai

Steam Controller mendukung Bluetooth 4.2 atau 5.0, sehingga pengguna punya pilihan koneksi yang lebih luas. Valve juga menyediakan USB-C dan charging puck dengan pogo pins untuk mengisi daya perangkat.

Charging puck tersebut punya fungsi tambahan selain sekadar pengisian ulang. Aksesori ini juga bisa dipakai sebagai koneksi 2.4 GHz khusus bagi pengguna yang menginginkan sambungan berbeda dari Bluetooth.

Dari sisi daya, Valve menyematkan baterai Li-ion 8.39Wh. Perusahaan mengklaim kontroler ini mampu bertahan sekitar 35 jam, angka yang terbilang menonjol untuk kelasnya.

Langkah awal untuk ekosistem perangkat Valve

Rilis Steam Controller yang berdiri sendiri membuat perangkat ini terasa seperti produk mandiri, bukan sekadar pelengkap untuk Steam Machine. Strategi tersebut juga memungkinkan pengguna PC berbasis Steam memakai kontroler ini tanpa harus menunggu perangkat Valve lain hadir lebih dulu.

Di sisi lain, Valve belum mengungkap harga dan tanggal rilis untuk Steam Machine serta Steam Frame. Karena itu, Steam Controller menjadi perangkat pertama dari rangkaian produk tersebut yang sudah memiliki kepastian paling jelas.

Dengan harga $100 dan jadwal rilis pada 4 Mei, Steam Controller baru membuka gambaran awal tentang arah perangkat keras Valve. Fokus pada desain yang lebih familiar, fitur lengkap, serta opsi konektivitas yang fleksibel menunjukkan bahwa Valve ingin menempatkan kontroler ini di segmen yang berbeda dari gamepad arus utama.

Source: www.xda-developers.com
Berita Terbaru