SteamOS di PC Desktop, Satu Detail Ini Bisa Jadi Bumerang bagi Pengguna Nvidia

Author: Redaksi Android62

SteamOS makin menarik bagi pengguna PC desktop yang ingin meninggalkan Windows untuk kebutuhan bermain game. Namun, ada satu hal yang paling menentukan apakah pemasangan sistem ini akan terasa mulus atau justru menyulitkan, yaitu kartu grafis yang digunakan.

Bagi pemilik GPU AMD, SteamOS saat ini masih menjadi pilihan yang paling aman. Sebaliknya, pengguna Nvidia perlu berhati-hati karena pengalaman yang tersedia belum konsisten dan bisa memunculkan masalah yang cukup serius.

Masalah paling besar ada di GPU Nvidia

Karena berbasis Linux, SteamOS mewarisi banyak tantangan yang selama ini juga dialami distribusi Linux lain ketika dipasangkan dengan driver Nvidia. Sistem ini memang dapat berjalan di perangkat Nvidia, tetapi hasilnya sangat bergantung pada kombinasi GPU dan driver yang dipakai.

Dalam praktiknya, pengguna bisa menemui performa game yang lebih rendah, gangguan grafis, masalah tampilan, hingga kegagalan boot. Ini membuat SteamOS belum ideal untuk desktop gaming yang memakai kartu grafis Nvidia.

AMD masih jadi fondasi yang paling nyaman

Valve memang merancang SteamOS dengan ekosistem AMD sebagai dasar utamanya. Perangkat Steam Machine juga menggunakan CPU dan GPU AMD, sehingga desktop dengan konfigurasi serupa cenderung memperoleh kompatibilitas yang lebih baik.

Untuk PC berbasis AMD, SteamOS dapat menjadi alternatif yang menarik karena mampu mengurangi banyak elemen tambahan dari Windows yang tidak selalu diperlukan untuk bermain game. Meski begitu, ada batas penting yang tetap harus diperhatikan.

Game yang secara eksplisit membutuhkan anti-cheat level kernel masih menjadi titik lemah, sehingga tidak semua judul bisa berjalan mulus. Karena itu, daftar game yang dimiliki tetap perlu dicek sebelum memutuskan pindah ke SteamOS.

Intel tidak lagi jadi hambatan besar

Di sisi prosesor, kekhawatiran terhadap Intel kini jauh lebih kecil. Isu lama pada desain hybrid dengan P-core dan E-core disebut sudah banyak teratasi oleh kernel Linux modern.

Penjadwalan thread juga dinilai lebih baik, sehingga game dapat diarahkan ke performance core sementara tugas latar belakang berjalan di efficiency core. Dengan kondisi ini, PC modern berbasis Intel seharusnya bisa menjalankan SteamOS tanpa kendala besar dari sisi CPU.

SteamOS bahkan sudah menambah dukungan resmi untuk Intel handhelds dan GPU Intel. Itu membuat opsi pemasangan di desktop non-AMD menjadi sedikit lebih luas, selama masalah Nvidia tidak ikut masuk ke dalam sistem.

Langkah pemasangan yang perlu diperhatikan

Valve mulai membuka pintu lebih lebar untuk pemasangan SteamOS di desktop rakitan lewat SteamOS 3.8. Untuk sistem dengan GPU AMD atau Intel, proses awalnya tergolong langsung dan tidak terlalu rumit.

Langkah pertama adalah mengunduh image pemulihan SteamOS terbaru dari halaman dukungan perangkat keras Steam milik Valve. Setelah menyetujui syarat dan ketentuan Steam, unduhan bisa dimulai.

Sesudah itu, pengguna memerlukan USB drive minimal 8GB. Di Windows, media instalasi dapat dibuat memakai Rufus dengan memilih image SteamOS lalu menuliskannya ke USB, dan proses ini akan menghapus seluruh isi drive tersebut.

Tahap Yang perlu dilakukan
Persiapan Unduh image pemulihan SteamOS dan siapkan USB 8GB
Pembuatan media Gunakan Rufus di Windows untuk menulis image ke USB
Pengaturan awal Masuk ke BIOS atau UEFI, nonaktifkan Secure Boot, lalu jadikan USB sebagai boot utama
Instalasi Pilih opsi EFI USB Device, lalu gunakan menu “Re-image Device”

Setelah media siap, pengguna perlu masuk ke BIOS atau UEFI untuk menonaktifkan Secure Boot dan menjadikan USB sebagai perangkat boot utama. Saat menu boot muncul, pilih opsi EFI USB Device, lalu tunggu karena layar bisa tetap hitam beberapa saat sebelum sistem selesai dimuat.

Ketika desktop environment sudah tampil, pemasangan dilakukan lewat shortcut “Re-image Device”. Langkah ini akan menghapus total drive target, termasuk Windows, program terpasang, game, dan file pribadi.

Usai instalasi selesai, PC perlu direstart dan USB dilepas. SteamOS kemudian akan boot normal, memandu setup awal, meminta koneksi internet, lalu login ke akun Steam sebelum game bisa diunduh.

Valve juga sudah mengakui masalah pada dukungan Nvidia dan sedang mengerjakannya bersama perusahaan tersebut. Pierre-Loup Griffais, software engineer di Valve, mengonfirmasi bahwa Valve bekerja sama dengan Nvidia untuk meningkatkan dukungan SteamOS pada GPU GeForce.

Namun perbaikan itu belum diperkirakan hadir dalam waktu dekat. Perkiraan yang beredar menyebut tumpukan driver yang matang mungkin baru hadir pada akhir 2026, sehingga saat ini SteamOS masih lebih cocok untuk sistem gaming berbasis AMD.

Bagi pengguna desktop, keputusan memasang SteamOS pada akhirnya kembali ke dua hal utama: kartu grafis yang dipakai dan pustaka game yang dimainkan. Jika menggunakan AMD dan game yang dimiliki tidak bergantung pada anti-cheat level kernel, SteamOS sudah layak dicoba sekarang.

Source: tech.sportskeeda.com
Berita Terbaru