Anak yang tumbuh kuat di masa depan ternyata tidak cukup hanya ditopang oleh asupan gizi. Stimulasi belajar yang terarah ikut memegang peran penting agar kemampuan berpikir, emosi, dan sosial berkembang secara seimbang.
Pandangan ini menjadi semakin relevan di tengah paparan gadget, perubahan pola belajar, dan persaingan akademik yang makin ketat. Karena itu, lingkungan belajar yang mendukung kini dipandang sebagai bagian penting dari tumbuh kembang anak.
Psikolog anak dan keluarga, Saskhya Aulia, M.Psi., menilai stimulasi melalui aktivitas edukatif dapat membantu perkembangan anak secara menyeluruh. Ia menyebut kompetisi edukatif yang sesuai usia dan didampingi dengan baik bisa menjadi sarana yang efektif untuk menstimulasi kecerdasan anak.
Melalui kegiatan seperti itu, anak terdorong untuk berpikir lebih fokus, strategis, kreatif, dan kritis. Pada saat yang sama, anak juga dapat membangun motivasi intrinsik untuk terus berkembang.
Manfaatnya tidak berhenti pada kemampuan akademik. Anak juga belajar mengenali dan mengelola perasaan, termasuk saat gugup, kecewa, maupun bangga atas pencapaian yang diraih.
Dampak pada emosi dan sosial
Stimulasi belajar juga membantu anak lebih siap secara emosional saat menghadapi tekanan. Anak yang terbiasa mengikuti aktivitas edukatif akan lebih terlatih mengelola tantangan baru dan lebih percaya diri saat berhadapan dengan situasi yang belum dikenal.
Dari sisi sosial, anak belajar memahami aturan, sportivitas, dan empati. Saskhya juga menilai kompetisi berbasis tim dapat mengajarkan pentingnya kolaborasi dan kerja sama untuk mencapai tujuan bersama.
Pendekatan semacam ini dinilai sesuai dengan kebutuhan anak di era digital. Anak tidak hanya perlu cerdas secara akademik, tetapi juga kuat secara mental dan sosial agar siap menghadapi perubahan.
Kompetisi edukatif sebagai ruang belajar
Pentingnya kombinasi gizi dan stimulasi juga tercermin dalam kehadiran kembali ajang edukatif DANCOW Indonesia Cerdas Season 2 dari Nestlé DANCOW. Dalam kegiatan yang digelar di Artotel Gelora Senayan, Jakarta, Nestlé DANCOW menegaskan bahwa anak membutuhkan lebih dari sekadar nutrisi untuk berkembang optimal.
Direktur Corporate Affairs PT Nestlé Indonesia, Fajar Dewantara, mengatakan bahwa selama lebih dari 100 tahun, Nestlé DANCOW konsisten mendukung tumbuh kembang anak Indonesia melalui pemberian gizi dan stimulus belajar yang tepat. Ia menegaskan pemenuhan gizi yang diimbangi stimulasi akan mendorong anak belajar lebih baik dan tumbuh menjadi individu tangguh yang siap menghadapi tantangan masa depan.
Program DANCOW Indonesia Cerdas Season 2 disebut sebagai kompetisi edukatif tingkat nasional yang melibatkan 192 ribu siswa dari 2.168 sekolah di 40 kota dan 15 provinsi di Indonesia. Ajang ini dirancang selaras dengan kurikulum nasional serta program “7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat”, terutama pada pilar gemar belajar.
Pendidikan sebagai investasi
Staf Ahli Menteri Bidang Regulasi dan Hubungan Antar Lembaga Kemendikdasmen RI, Prof. Dr. H. Biyanto, M.Ag., menilai pendidikan merupakan investasi penting bagi masa depan bangsa. Ia menegaskan bahwa membantu anak meraih mimpi setinggi-tingginya melalui pendidikan adalah tugas bersama.
Ajang seperti ini juga diharapkan memberi ruang bagi anak untuk menikmati proses belajar dengan cara yang lebih menyenangkan dan interaktif. Dengan cara itu, anak dapat lebih berani menghadapi tantangan baru sambil membangun rasa percaya diri.
Selain mengasah literasi dan numerasi, kompetisi semacam ini juga mendorong anak berpikir kreatif dan bekerja sama. Di tengah perubahan zaman, kebutuhan anak untuk tumbuh cerdas makin erat kaitannya dengan dukungan gizi yang tepat dan stimulasi belajar yang konsisten.
Source: www.suara.com






